JAKARTA,KAMIS - Direktur Pengembangan Metodologi Survey dan Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Hamonangan Ritonga mengakui Dari 6.300 kecamatan di Indonesia, baru 1.000 kecamatan yang datanya sudah dimutakhirkan oleh BPS hingga 2007 dan masih tersisa 5300 kecamatan yang 'agak basi'.
"Kami akan melakukan verifikasi data lagi pada bulan September. Ini akan dilakukan bertahap, sehingga diharapkan akhir Desember seluruhnya akan dimutakhirkan," ujar Hamonangan dalam konferensi pers Depkominfo mengenai antisipasi kenaikan harga BBM di Jakarta, Kamis (15/5).
Data terakhir yang dicatat BPS bahwa Rumah Tangga Sasaran(RTS) yang tergolong sangat miskin, miskin dan hampir miskin berjumlah 19,2 juta RTS. Verifikasi pada bulan Mei 2007 berkurang menjadi 19,1 juta dan setelah dicek pada bulan Juli tercatat 19,03 juta RTS dengan prediksi jumlah populasi rakyat miskin adalah hasil kali bilangan tersebut dengan angka empat sebagai standar jumlah satu keluarga.
Penyaluran BLT nanti pun diharapkan dapat menjadi satu cara pemutakhiran data dari pimpinan masyarakat. "Updating itu dari masyarakat. Kepala desa yang rekomendasi dan BPS akan mengecek kembali September dan Oktober ini. Jadi apa yang disalin oleh pimpinan desa itu pada bulan Juni, Juli, Agustus ini, mereka harus mendaftarkan, melegalisirkan, nanti itulah yang akan dipakai BPS. Jadi modelnya sekarang masyarakat yang merekomendasi dan BPS memverifikasi," tambah Hamonangan.
Oleh karena itu, menurut Hamonangan, untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai, awal Juni ini, pemerintah tetap akan menggunakan data BPS yang terakhir pada tahun 2005 plus 1000 data desa yang sudah dimutakhirkan. "Pada pembagian ini, setiap desa akan dapat seperti tahun 2005. Kalau ada yang tidak tersalurkan, kartunya ditahan kepala desa. Nah, mungkin ada orang miskin baru, sisanya bisa dipakai untuk itu," kata Hamonangan.

