Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:45 WIB
Dirut Pertamina Serba Salah soal Pembatasan BBM
| Kamis, 15 Mei 2008 | 16:42 WIB
|
Share:

HARRY SUSILO
Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), warga mulai mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka, seperti yang terlihat di SPBU Sidorejo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (9/5). Untuk menghindari adanya penimbunan, pihak SPBU tidak melayani pembelian BBM dengan menggunakan jeriken.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Arie H Soemarno mengaku serba salah hendak membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM). "Yang jelas sekarang tak ada lagi pembatasan BBM karena ini kan sistem distribusi bebas. Saya cuma mengimbau masyarakat tahan dirilah, jangan menimbun (BBM-Red)," kata Arie di Jakarta, Kamis (15/5).

PT Pertamina beberapa waktu lalu sempat melakukan pembatasan pembelian BBM di SPBU. Maksudnya agar stok BBM nasional terjaga menjelang pengumuman kenaikan harga BBM. Bukannya membawa dampak positif, Arie malah mengaku mendapat keluhan dari sejumlah SPBU kalau para pegawainya banyak mendapat teror.

"Beberapa daerah dilakukan pembatasan dan oleh masyarakat dinilai salah, malah ada ancaman terhadap SPBU, yah dibakar, ada yang petugas SPBU diancam. Itu kondisi lapangan loh. Beberapa masyarakat dengar BBM mau naik dan ambil keuntungan untuk menimbun. Ini terjadi rush. Makanya kita minta kesadaran masyarakat saja," katanya.

Bagaimana dengan pembeli yang menggunakan jeriken? Menurut Arie ini juga menjadi masalah. "Kalau dibatasi tak pakai jeriken katanya alasannya ini penting buat mesin saya di lapangan pertanian untuk mesin irigasi dan sebagainya, kalau tidak beli pakai jeriken itu masalah," jelas Ari. (Persda Network/aco)