JAKARTA, KAMIS - Reaksi paling besar terhadap rencana kenaikan harga BBM justru datang dari kalangan masyarakat menengah ke atas daripada masyarakat kalangan bawah.
Hal ini disampaikan Penasihat Presiden Subur Budhisantoso dalam Dialog Terbuka DPP Partai Demokrat bertajuk "Dampak Melambungnya Harga Minyak Dunia terhadap Perekonomian Masyarakat" di Jakarta, Kamis (15/5).
Menurut Budhisantoso, rencana kenaikan harga BBM justru tidak terlalu berat dirasakan oleh masyarakat kalangan bawah karena mereka sudah memiliki mekanisme survival. Contohnya, petani memiliki lima faktor yang menunjang kehidupannya, yaitu konsumsi kalori minimum, maintenance (peralatan dan persediaan bibit), social obligation, ceremonial, dan security money. "Semua harus dipenuhi kecuali yang pertama, elastis. Nah, pada masa panen mereka berlimpah bahkan bisa kawin lagi. Tapi pada masa paceklik mereka sudah punya mekanisme hidup sendiri," ujarnya.
Budhisantoso menambahkan, masalah justru dirasakan oleh kalangan menengah ke atas karena konsumsi kalori minimum dalam kehidupan masyarakat ini ternyata sulit diperkecil. "Karena sudah terbiasa dimanjakan," tandas Budi. (LIN)

