WASHINGTON, SELASA - Sebuah wahana antariksa milik AS yang dikirim untuk menggali berbagai sinyal kehidupan di Planet Mars telah mendekati akhir perjalanannya selama sembilan bulan. NASA menyatakan, wahana tersebut diperkirakan akan menyentuh Planet Merah sesuai jadwal pada 25 Mei 2008.
NASA telah memanfaatkan citra resolusi tinggi dari sebuah kamera pada Mars Recoinnaissance Orbiter, salah satu dari tiga wahana yang kini mengorbit Mars, untuk membantu memilih lokasi pendaratan bagi Phoenix. Phoenix akan turun secara vertikal ke permukaan Mars langsung menuju daerah dekat kutub utara Mars yang diyakini mengandung es di bawah permukaannya.
"Ini bukan perjalanan mudik ke rumah nenek. Menempatkan pesawat antariksa dengan aman di Mars penuh dengan risiko dan kesulitan," kata Ed Miller, associate administrator pada Direktorat Misi Ilmiah NASA di Markas Besar NASA, Washington. Ia mengatakan secara internasional, kurang dari separuh dari berbagai upaya mencapai sukses. Untuk itu, misi pendaratan Phoenix juga akan dipantau seksama tiga wahana pengorbit Mars.
Begitu mendarat, pesawat penyelidik itu akan menempatkan seperangkat peralatan riset yang belum pernah dipakai di planet merah itu. Wahana yang menggunakan tenaga surya itu dilengkapi dengan lengan robot sepanjang 2,35 meter. Tugas pesawat pendarat itu adalah menggali permukaan tanah dan es Mars dan menggunakan berbagai peralatan ilmiah di pesawat untuk menganalisa sampel-sampel tanah yang diperolehnya.
Lengan robot Phoenix akan mengangkat sampel tanah ke dua instrumen di bagian badannya. Satu peralatan akan mengecek air dan bahan kimia berbasis karbon, yang dipandang sebagai sumber kehidupan. Peralatan yang satunya lagi akan menganalisa sifat kimiawi tanah tersebut. Phoenix kemungkinan akan menghadapi suhu dingin Mars, yang berkisar antara minus 73 derajat Celsius hingga minus 33 derajat Celsius.
Mars diyakini sebagai salah satu planet yang memiliki sejarah mirip Bumi dan kemungkinan ada bentuk kehiudpan di sana. Banyak ilmuwan melihat berbagai tanda sungai dan samudera kuno di permukaan Mars meskipun dalam kondisi kering dan steril. Mereka meyakini, planet itu dulunya kemungkinan pernah didiami beragam bentuk kehidupan.

