JAKARTA, SELASA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memperkirakan akan ada banyak kepala daerah takut menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke masyarakat miskin, terutama jika data jumlah pasti penduduk miskin tidak akurat seperti terjadi di masa lalu.
Pada prinsipnya Sutiyoso juga mengaku menolak kebijakan seperti itu karena pemberian BLT bukan lah pemecahan masalah yang baik melainkan sekadar langkah darurat dan masih harus diikuti kebijakan signifikan lain, baik jangka menengah maupun panjang.
Hal itu disampaikan Sutiyoso, Selasa (13/5), saat menghadiri peluncuran dan bedah buku mantan Ketua MPR Amien Rais, "Selamatkan Indonesia".
Selain Amien, juga hadir tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, pakar ekonomi Sri Edi Swasono, pakar komunikasi Jalaludin Rahmat, dan Saurip Kadi.
"Secara moral kebijakan BLT ngajarin masyarakat enggak baik. Selain itu pemerintah juga harus melakukan up date data orang miskin BPS. Kalau data tidak akurat bisa jadi masalah di lapangan. Kepala daerah bisa menolak karena takut digebuki masyarakat," ujar Sutiyoso.
Sutiyoso yakin banyak kepala daerah takut menyalurkan BLT karena pengalaman buruk sebelumnya tentang itu. Apalagi menurut Sutiyoso, dalam tiga tahun belakangan dipastikan data jumlah penduduk miskin sudah sangat berbeda dari data sebelumnya.

