Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:22 WIB
Hampir 900 Terperangkap dan 107 Tewas di Gempa China
Jimmy Hitipeuw | Senin, 12 Mei 2008 | 20:48 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/ Tan Xi
Seorang suami mencium istrinya yang menjadi korban gempa di Chengdu, Provinsi Sichuan

TERKAIT:

BEIJING, SENIN - Sekitar 107 orang tewas dan hampir 900 siswa terperangkap di dalam benaman gedung sekolah mereka yang roboh setelah gempa berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang pusat wilayah China Senin (12/5) ini. Guncangan gempa bumi yang terasa hingga ke Pakistan, Vietnam serta Thailand itu mengakibatkan sejumlah penduduk panik dan berhamburan ke luar rumah maupun gedung untuk menyelamatkan diri dari bencana yang terjadi ratusan mil dari Beijing dan Shanghai itu.

Beberapa wartawan di kota administratif Juyuan atau 60 mil dari pusat gempa menyaksikan sejumlah remaja yang berusaha keras mengeluarkan diri dari reruntuhan gedung berlantai 3 yang roboh akibat diguncang oleh gempa bumi. Sementara beberapa remaja lainnya meneriakkan permohonan bantuan dari benaman reruntuhan gedung tersebut.
 
Kantor berita resmi Xinhua di Beijing melaporkan sekitar 107 orang tewas di provinsi Sichuan, Gansu, Yunnan dan wilayah Chongqing. Xinhua, tanpa menjelaskan secara detail, menyebutkan sebagian besar korban tewas di dalam gedung-gedung yang roboh.

Guncangan gempa bumi ini terjadi kurang dari 3 bulan sebelum dimulainya Olimpiade Beijing pada Agustus mendatang. Guncangan gempa bumi juga berlangsung pada pertengahan hari atau saat siswa-siswa di sejumlah sekolah dan karyawan-karyawan di beberapa gedung bertingkat terlibat aktif dengan kegiatan mereka.   

Gempa bumi tersebut telah memutus jaringan telpon dan pembangkit energi. Bahkan, media pers nasional China tidak dapat mengorek secara lengkap informasi mengenai kondisi bencana setelah terjadinya gempa. "Di Chengdu, konvertor ponsel tidak berfungsi dan ribuan server rusak," jelas Sha Yuejia, deputy chief executive China Mobile.

Walaupun komunikasi telpon terganggu di Chengdu, seorang pelajar Israel, Ronen Medzini, berhasil mengirim pesan SMS ke  The Associated Press. "Kemacetan lalu lintas terjadi di mana-mana, fasilitas air bersih terhenti, listrik padam, hampir sebagian besar orang duduk di jalan-jalan, dan sejumlah pasien dievakuasi keluar rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan," kata Ronen Medzini dalam pesan SMS.

"Saya sudah pernah merasakan guncangan gempa bumi saat menetap di Taipei dan California. Tapi, gempa bumi kali ini adalah gempa dengan guncangan terbesar yang pernah saya alami," kata James McGregor, seorang konsultan bisnis yang berada di LG Towers, distrik bisnis di Beijing setelah berlangsung gempa bumi Senin ini. "Lantai yang saya pijak berguncang," akunya.

Dalam masa sejarah modern, gempa bumi terbesar yang pernah mengguncang China terjadi pada 28 Juli 1976 di kota Tangshan, timur laut China dan menewaskan 240.000 orang.

Sumber :
AP