Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:22 WIB
75 Anggota DPR Menandatangani Interpelasi Sembako
| Senin, 12 Mei 2008 | 19:02 WIB
|
Share:

KOMPAS/ R ADHI KUSUMAPUTRA
Forum Rakyat Menggugat ikut melakukan long march dari Bundaran HI ke Istana lewat Jalan MH Thamrin, pukul 10.50. FRM membawa poster bergambar Presiden SBY dan Bush serta Menko Kesra Aburizal Bakrie yang dianggap bertanggung jawab atas keterpurukan bangsa Indonesia saat ini.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Kini, sudah 75 anggota dewan di DPR yang sudah menandatangani pengajuan hak interpelasi sembako. Tidak menutup kemungkinan, pengajuan interpelasi sembako ini akan dipaketkan dengan rencana pengajuan hak interpelasi kenaikkan harga BBM. Hal ini disampaikan oleh salah seorang inisiator interpelasi sembako, Ario Wijonarko secara khusus kepada Persda Network, Senin (12/5), usai paripurna perdana DPR.

"Sudah bukan saatnya lagi para wakil rakyat di DPR diam dan hanya manut pada pemerintah atas segala kebijakannya yang malah menyengsarakan rakyat. Lihat saja, harga-harga sembako saat ini makin lama makin membumbung tinggi. Kondisi masyarakat makin bertambah sulit begitu pemerintah akan menaikkan harga BBM," cetus Ario Wijonarko.

Politisi PKB pro-Gus Dur ini kemudian menjelaskan,  krisis ketersediaan komoditi kebutuhan pokok meliputi gula, beras, minyak goreng, minyak tanah  dan kedelai di pasaran belakangan ini,  menyebabkan harga-harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. Dalam release BPS terkini, jelas Ario, lanjut inflasi  dari tahun ke tahun untuk bulan Februari 2008, naik hingga 7,40 persen.

"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, yakni 6.30 persen. Dan naik lagi untuk bulan Maret menjadi 8,07 persen. Harga-harga kebutuhan pokok yang makin membumbung tinggi ini, tentu makin menurunkan tingkat daya beli masyarakat. Ini jelas, meningkatkan angka pengangguran dan kriminalitas yang makin meningkat. Dampaknya juga sangat jelas, sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kita," papar Ario Wijonarko.

Kepada para wartawan, Ketua DPR Agung Laksono sudah mengakui, kini sudah 75 anggota dewan yang mengajukan interpelasi sembako. "Yang mengusulkan memang sudah 75 anggota DPR terkait kenaikan harga sembako ini. Dan nanti, akan disesuaikan melalui mekanisme dewan. Tentunya akan dibahas terlebih dahulu sebelum resmi menjadi pengajuan hak bagi para anggota DPR itu," ujar Agung Laksono.

Yuddy Chrisnandy, Koordinator Koalisi Muda Parlemen yang ikut mendukung rencana interpelasi sembako ini kemudian secara tegas meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mencopot Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro. Tegas dikatakan, Purnomo Yusgiantoro adalah salah satu menteri yang dianggapnya tidak membawa ke arah perbaikan dalam perekonomian saat ini.

"Kita minta Purnomo Yusgiantoro dicopot. Pak Purnomo juga tidak bisa memberikan kebijakan yang efektif bagi pemerintah dalam mengatasi kelangkaan energi sekarang ini malahan, makin membuat harga-harga mahal. Tak ada hasil yang dapat dipetik selama ini," tandasnya.

Ario menambahkan,  kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sekarang ini, sama sekali belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi rakyat kecil. Pemerintah dituding hanya bersikap reaktif saja terhadap keadaan yang ada, dan cenderung panik saat menghadapi lonjakan-lonjakan harga.

"Kita ingin meminta penjelasan kepada pemerintah,  kebijakan apa saja yang sudah dikeluarkan untuk meredam kenaikkan harga kebutuhan pokok sekarang ini. Dan apa kebijakan yang sudah dilakukan untuk mencegah terjadinya kenaikkan harga-harga susulan, apalagi atas rencana ingin menaikkan BBM ini. Kami ingin tahu, apakah sanggup pemerintah menurunkan harga-harga kebutuhan pokok yang makin membuat rakyat menjerit?" cetus Wijonarko. (Persda Network/yat)

Sumber :
Persda Network