Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:17 WIB
Boediono: Ada Plus-Minus Kabinet Tanpa Menko Perekonomian
I Made Asdhiana | Senin, 12 Mei 2008 | 16:18 WIB
|
Share:

Kompas/Lucky Pransiska
Menko Perekonomian Boediono (tengah), Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu (kiri), dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Boediono mengungkapkan, ada sisi positif dan negatif jika kabinet tanpa ada Menko Bidang Perekonomian. "Ada plus dan minusnya, tapi tunggu saja keputusan Presiden," kata Boediono ketika dicegat wartawan di Gedung Utama Departemen Keuangan Jakarta, Senin (12/5).

Namun Boediono tidak merinci lebih lanjut sisi negatif dan sisi positif jika Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) tidak dilengkapi dengan Menko Bidang Perekonomian.

Ditanya siapa yang akan menggantikan dirinya, Boediono juga menyatakan, hingga saat ini belum mengetahuinya. "Saya tidak tahun, tunggu saja keputusan Presiden," kata Boediono yang saat ini sudah terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Sementara ditanya apakah kenaikan harga BBM akan mengganggu pertumbuhan investasi, Boediono mengatakan, pertumbuhan investasi saat ini cukup menggembirakan terutama di sektor pertanian dan pertambangan. "Saya kira investasi bidang itu cukup bagus sehingga meskipun ada kenaikan harga BBM, perkembangannya akan bagus. Mungkin ada pengaruhnya tetapi kita harapkan tidak besar," katanya.

Mengenai perubahan asumsi APBNP 2008, Boediono mengatakan, sementara ini asumsi-asumsi yang ada di APBNP 2008 masih jadi pegangan. "Nanti pada waktunya kita lihat apakah perlu diubah atau tidak," ujarnya.

Sumber :