Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 03:05 WIB
Kata Pertamina, Stok BBM Cukup
Josephus Primus | Senin, 12 Mei 2008 | 14:10 WIB
|
Share:

TRIBUN BATAM/IMAN SURYANTO
Seorang pekerja duduk dengan latar "Miyak Habis" sambil menghitung laba diantara pompa bensi premiumnya yang habis pasokannya dari Pertamina Batam di SPBU Simpang Jam, Baloi, Batam, Senin (5/5). Mulai tingginya harga minyak dunia membuat pemerintah bersiap-siap untuk menaikan harga BBM di pasaran.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - PT Pertamina meminta masyarakat agar tidak panik karena stok bahan bakar minyak (BBM) masih mencukupi  serta menyarankan masyarakat agar tidak melakukan aksi penimbunan.
    
"Kita minta masyarakat supaya tidak panik, jumlah BBM cukup dan tidak perlu menimbun," kata Direktur Utama PT Pertamina, Ari H. Soemarno, di Jakarta, Senin (12/5), sebagaimana dikutip dari Antara.
    
Ari mengatakan, hingga kini ada beberapa daerah yang cenderung  mengalami rush dan kenaikan permintaan pasokan hingga 10-15 persen terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
    
Pertamina, lanjut Ari, menekankan masyarakat agar tidak menimbun BBM. Pasalnya, tindakan itu selain merugikan juga berbahaya. "Premium mudah sekali terbakar jadi berbahaya sekali kalau disimpan di rumah," katanya.
    
Ari berpendapat model-model penimbunan tersebut sebenarnya merupakan hal yang wajar dan biasa karena kepanikan sesaat. Bahkan di Amerika Serikat pun, tindakan seperti itu kerap kali terjadi.
    
Secara umum, katanya, ada kecenderungan permintaan pasokan BBM  meningkat di daerah-daerah. Pihaknya juga telah menerbitkan aturan kepada SPBU agar tidak melayani pembelian BBM dengan jerigen atau drum. Pertamina telah berupaya dapat memenuhi permintaan pasokan BBM meski masalah kuota kerap menjadi kendala utama.
    
Ari, selanjutnya, membantah bahwa stok BBM bersubsidi saat ini hanya cukup  untuk konsumsi di bawah sepuluh hari saja. "Itu tidak benar, stok BBM masih sangat cukup," katanya.