PONTIANAK, SABTU-Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) tengah menyusun kebijakan untuk membantu nelayan, terutama jika rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) benar-benar dilaksanakan. Kebijakan untuk membantu nelayan diperlukan mengingat nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang terimbas langsung atas kenaikan harga BBM tersebut.
"DKP sedang mengkaji solusi-solusi apa yang akan ditempuh untuk membantu nelayan menghadapi kenaikan harga BBM," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Sabtu petang (10/5), saat meninjau kapal-kapal asing sitaan di Pontianak.
Subsidi BBM bagi nelayan, seperti yang sudah dilakukan selama ini melalui stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan, menurutnya hanyalah salah satu solusi yang akan tetap diberlakukan. Meski demikian tidak memertinci, alternatif solusi apa saja yang kini tengah dikaji oleh DKP.
Secara terpisah, Ketua Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kalbar Burhanuddin Abdullah menyatakan, pemerintah perlu belajar dari kenaikan harga BBM sebelumnya yang turut membuat industri perikanan tangkapan laut di Indonesia ambruk. Kalau pun keputusan pemerintah menaikkan harga BBM itu tidak bisa ditawar-tawar lagi, setidaknya ada kebijakan untuk memberikan subsidi BBM bagi nelayan agar tetap bisa melaut.
"Jika nantinya semua jenis bahan bakar harganya naik dan tidak ada subsidi khusus bagi nelayan untuk membeli BBM, hampir dipastikan nelayan tidak lagi memiliki mata pencaharian karena tidak bisa melaut. Jumlah maupun kualitas kemiskinan di nelayan akan meningkat," kata Burhanudin.
Pardi (34), salah seorang nelayan Pontianak yang ditemui di Sungai Rengas, mengaku sudah cemas dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Ia khawatir kenaikan BBM mengakibatkan juragan tempat ia bekerja bisa memberan gkatkan kapal untuk melaut karena tidak mampu membeli BBM. Imbasnya, ia dan sejumlah nelayan yang bekerja di kapal itu akan menganggur dan tidak memiliki penghasilan.
"Kalau kami tidak melaut bagaimana kami bisa menafkahi anak istri di rumah. Tanpa ada kenaikan harga BBM, kehidupan kami sudah susah," katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Budi Haryanto menyatakan, kenaikan harga BBM cukup memukul nelayan karena pembelian BBM memberikan kontribusi sekitar 70 persen dari biaya yang harus dikeluarkan nelayan untuk melaut.(WHY)
