Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 19:44 WIB
Giliran Medan yang Dihebohkan SMS Santet
Martian Damanik | Jumat, 9 Mei 2008 | 07:53 WIB
|
Share:

MEDAN, JUMAT-Warga Sumut, khususnya Kota Medan, dihebohkan dengan rumor mengenai adanya telepon dan pesan layanan singkat atau SMS santet yang disebut-sebut dapat menewaskan penerima telepon dan pembacanya.

Berdasarkan pantauan di Medan, kehebohan itu disikapi dengan anjuran terhadap sesama warga agar tidak menerima telepon atau membaca SMS dari nomor telepon misterius yang berujung angka 6666 tersebut. Menurut warga, ciri-ciri telepon dan SMS horor selalu berujung angka 6666 dan menampilkan warna merah di layarnya. Selain itu, bagi masyarakat yang mengangkat telepon atau membaca SMS tersebut akan ditimpa bencana seperti meninggal dunia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Prof DR H Abdullah Syah, MA mengimbau masyarakat tidak mempercayai rumor yang "berbau" syirik tersebut. Menurut dia, rumor tersebut sangat meresahkan dan tidak perlu dipercaya karena dapat merusak akidah (keyakinan) beragama. "Hidup dan mati manusia telah ditentukan Tuhan dan bukan disebabkan karena menerima telepon atau SMS," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut AKBP Baharuddin Djafar ketika dihubungi mengatakan, pihaknya sangat terkejut mengetahui adanya telepon dan SMS horor tersebut. "Polisi akan menyelidiki kabar tersebut meski akan sangat sulit karena memiliki mata rantai rumor yang sangat panjang," katanya.

Namun, kata Baharuddin, polisi mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing dengan rumor yang dapat mengganggu keyakinan agama tersebut. Masyarakat diminta lebih menguatkan keimanan sehingga tidak mudah menerima kabar seperti itu. Ia juga menganjurkan masyarakat tidak membesarkan kabar tersebut dan menghapus pesan yang diterima jika mendapatkan SMS tentang telepon horor tersebut. "Perkuat iman karena keimanan sangat erat kaitannya dengan keamanan," katanya menegaskan. (ANT)