BANDUNG, KAMIS - Calon perseorangan atau caper perlu mendekati partai politik untuk memperluas jaringan. Orang-orang yang kecewa dengan partai politik bisa dimanfaatkan oleh calon perseorangan untuk menambah jumlah pendukung.
Dalam partai politik (parpol) selalu ada irisan orang-orang yang kecewa dengan parpol. Orang-orang ini bisa membawa seperlima dari basis konstituen partai masing-masing, kata pengamat ekonomi Faisal Basri saat berkunjung ke kantor Forum Pengusung Calon Independen (FPCI), Kamis (8/5).
Faisal juga menyarankan agar tim sukses caper tidak hanya menggalan g dana dari dalam Kota Bandung. Jaringan bisa diperluas hingga luar kota. Berapapun besaran sumbangan tersebut harus dipublikasikan secara transparan.
Menurut Faisal, transparansi dana sumbangan maupun dana lain selama proses pencalonan perseorangan menjadi kampanye tersendiri. Sema kin banyak orang yang menyumbang, itu menjadi kedekatan dengan kemenangan. Itu berarti banyak yang mendukung. Begitu juga sebaliknya, kata Faisal.
Menurut Faisal, survei pasar juga penting. Ini mengingat untuk mengenalkan sosok calon perseorangan tak ubahnya menjual komoditas sehingga harus dikenal publik. Hal ini akan semakin efektif jika dibarengi dengan konsistensi pencitraan, meskipun hanya itu menyangkut publikasi foto calon. Jangan sampai publik bingung dengan foto calon.
Ketua FPCI Deni Jasmaraa mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya terus mengumpulkan dukungan. Penyerahan dukungan 3 persen berakhir pada 19 Mei."Kami optimis bisa menyelesaikan itu," kata Deni.
Deni mengatakan, meskipun saat ini peraturan KPU Pusat tentang pedoman pencalonan perseorangan belum disosialisasikan, namun pihaknya sudah cukup jelas dengan keterangan KPU Kota Bandung.
Secara Terpisah, Ketua Kelompok Kerja Pencalonan Kpu Kota Bandung Andri Perkasa Kantaprawira menjelaskan, peraturan KPU tentang pedoman pencalonan perseorangan sudah disahkan. "Besok saya mau ke Jakarta mengambil salinannya, " kata Andri.
Sementara itu, Jumat, sejumlah civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendukung caper Hudaya-Nahadi (Hadi) dengan membumbuhkan tanda tangan di atas kain sepanjang 10 meter. Ini dibarengi dengan kegiatan di posko relawan yang terdiri dari para mahasiswa.
