Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:32 WIB
Mendag: Kenaikan BBM Tidak Akan Pukul Sembako
Ade Mayasanto | Kamis, 8 Mei 2008 | 16:05 WIB
|
Share:

KOMPAS/NASRULLAH NARA
Warga Kelurahan Balla Barang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/3), antre menunggu jatah minyak tanah. Mobil tangki PT Pertamina yang menyalurkan minyak tanah bersubsidi hanya mendatangi kawasan itu dua kali dalam sepekan dan warga hanya boleh membeli maksimal tiga liter.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Persda Network, Ade Mayasanto

JAKARTA, KAMIS - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengaku tak terlalu khawatir dengan kenaikan harga BBM yang akan mulai diberlakukan pemerintah pusat. Pasalnya, kenaikan harga BBM tak akan memukul telak harga sembako di Tanah Air. "Sepertinya mungkin enggak terlalu banyak. Ini berbeda dengan yang terjadi pada 2005. Paling banyak nanti yang mengalami kenaikan premiun dan itu lebih menyangkut pada trasnportasi yang mungkin tidak langsung memengaruhi industri," kata Mari Elka Pangestu seusai bertemu dengan Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut Mendag, dampak yang terlalu besar dibanding kenaikan harga BBM pada 2005 terjadi karena industri sendiri kini sudah menyesuaikan diri dengan harga pasar. "Industri sudah hadapi harga pasar. Jadi mungkin lebih tidak langsunglah dampaknya. Hitung-hitungannya tidak besar, tidak seperti yang kita lihat pada 2005," ujarnya.

Meski memperkirakan dampak kenaikan harga BBM tak lebih besar, Mendag menegaskan, pemerintah terus memantau harga sembako di masyarakat. Operasi pasar telah disiapkan bila gonjang-ganjing harga sembako mengemuka. "Operasi pasar sudah ada mekanismenya. Kalau harganya naik di atas 25 persen, kita melakukan operasi pasar," tukasnya seraya memastikan harga saat ini relatif stabil.

"Harga naik sedikit. Kita siap anytime. karena kita mempunyai stok dan Bulog juga mempunyai stok. Kita pantaulah. Tentu pasti ada dampaknya. Sudah ada beberapa perkiraan yang sudah disampaikan BPS dan Depkeu," paparnya.

Sumber :
Persda Network