Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:32 WIB
Medvedev Dilantik dengan Bayangan Putin
Adi Sasono | Kamis, 8 Mei 2008 | 15:51 WIB
|
Share:

MOSKOW, KAMIS  - Dmitry Medvedev diambil sumpah sebagai presiden baru Rusia. Ini menandai era baru politik Rusia dengan bercokolnya 'elang berkepala dua'.

Dalam upacara pengambilan sumpah di Kremlin, Rabu (7/5), Medvedev didampingi pendahulunya, Vladimir Putin, mentor politik yang sekaligus sebagai bayang-bayang kekuasaannya. Putin sekarang menjadi perdana menteri.

Dunia sekarang menunggu apakah kedua tokoh itu bisa bekerja sama memimpin  negara seluas dan sekompleks Rusia, atau mereka akan menempuh arah yang saling berlawanan.

Medvedev berjanji memperkuat kebebasan demokrasi dan mengisyaratkan akan membawa Rusia lebih dekat ke Barat. Janji ini memperkuat harapan orang-orang yang ingin melihat negara itu terbebas dari sistem otoritarian yang dibangun Putin.

Namun Putin, menghabiskan pekan terakhirnya sebagai presiden untuk menyusun kekuatannya sebagai seorang perdana menteri dan kembali memimpin partai Rusia Bersatu yang mendominasi poliktik lokal hingga nasional. Namun keduanya, selalu membantah bahwa kepemimpinan kembar itu akan menyeret negara itu ke konflik dan instabilitas.

Namun, upacara yang  berlangsung di Andreyevsky Hall yang menghadap ke Sungai Moskow itu hanya menegaskan kontradiksi antara presiden 42 tahun dan partner perdana menterinya itu. Ketika Medvedev bicara soal ekonomi dan pembangunan demokrasi usai diambil sumpah, Putin malah mengingatkan bahwa rakyat Rusia sudah berkali-kali mempertahankan jalan dan kedaulatannya sendiri.

"Hak asasi manusia dan kemerdekaan adalah nilai tertinggi dari masyarakat kita dan keduanya menentukan arti dan isi seluruh aktivitas negara," kata Medvedev, usai mengucapkan sumpah antara lain menyebut perlindungan atas hak asasi dan kemerdekaan tiap warga negara.

Sumber :
AP