Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:17 WIB
BBM Naik, Nelayan Tangkap Bakal Mati
Madina Nusrat | Rabu, 7 Mei 2008 | 19:51 WIB
|
Share:

 

CILACAP, RABU - Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak pada Juni mendatang, menurut Ketua II Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia wilayah Cilacap Indon Cahyono, sama saja akan mematikan kehidupan nelayan. Dampak sosial yang bakal terjadi pun semakin sulit diprediksi.

"Kalau sampai harga BBM naik, mau jadi apa nelayan tangkap ini? Saya sudah tidak tahu. Pastinya akan memunculkan dampak sosial, tapi itu pun sulit diprediksi karena perubahan ini begitu memberatkan, " tuturnya, Rabu (7/5).

Menurut Indon, 60 persen dari 33.700 nelayan yang ada di Cilacap adalah nelayan tangkap yang sepenuhnya sangat tergantung pada BBM. "Untuk saat ini, nelayan tangkap ini sudah terbebani dengan harga solar yang mencapai Rp 4.300 per liter," ujarnya.

Karena mahal, lanjutnya, hampir seluruh nelayan tangkap akhirnya mencampur solar dengan minyak tanah. "Ini sudah umum terjadi, meski melanggar hukum. Sebab, nelayan sendiri pun sudah tak mampu untuk membeli solar seharga itu," ucapnya.

Namun kalau sampai harga BBM naik lagi, kata Indon, para nelayan tangkap dipastikan akan menemui jalan buntu. "Saya tidak tahu, nasib nelayan tangkap ini akan menjadi apa. Kalau pun mereka dialihkan untuk menjadi nelayan budidaya, itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama," tuturnya. (MDN)