Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:23 WIB
BI: BBM Naik, Inflasi 9 Persen Lebih
Erlangga Djumena | Rabu, 7 Mei 2008 | 13:24 WIB
|
Share:

JAKARTA,RABU -  Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Miranda Goeltom mengatakan, laju inflasi tahun ini bisa mencapai lebih dari sembilan persen akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Untuk tahun ini kemungkinan di atas ya. Kelihatannya sudah mengarah lebih dari sembilan persen. Perlu revisi ke atas," katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu (7/5).

Sebelumnya, BI menargetkan laju inflasi pada 2008 lima plus minus satu persen, sementara pemerintah di asumsi APBN perubahan 2008 menetapkan sebesar 6,5 persen. Miranda juga mengatakan, pihaknya mendukung keputusan pemerintah yang merevisi laju pertumbuhan ekonomi dari 6,4 persen menjadi enam persen. "Revisi pertumbuhan itu cukup realistis. Mengingat global slowdown sudah terlihat dampaknya pada daya konsumsi terhadap permintaan barang-barang ekspor kita," katanya. 
   
Begitu pula, menurut dia, daya konsumsi masyarakat juga telah terasa menurun. Untuk itu, ia mengatakan, pihaknya terus menjga agar inflasi tetap terkendali tidak terlalu tinggi sehingga pengaruh terhadap penurunan daya beli masyarakat. "Jika inflasi terlalu tinggi daya beli berkurang, oleh sebab itu kami berusaha agar inflasi tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap baik, sehingga pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi tidak terlalu besar," katanya.