Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:20 WIB
Pengawasan Praja IPDN Sulit Dilakukan
| Selasa, 6 Mei 2008 | 00:01 WIB
|
Share:

BANDUNG, SENIN-Plt Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof DR Johanis Kaloh, SU, mengakui kelemahan pengawasan praja yang di luar kampus. Pasalnya, jumlah pengawas tidak sebanding dengan jumlah praja. "Kami tidak bisa mengawasi secara maksimal para praja yang tengah pelesir (istilah praja di luar kampus, red). Bayangkan saja, 1000 praja masa diawasi satu satu," ucap Johanis, Senin (5/5) sore.

Dikatakan Johanis, IPDN hanya bisa mengimbau kepada praja untuk jaga diri di luar kampus. Bahkan, imbuh Johanis, himbauan itu secara khusus disampaikan kepada para praja yang akan wisuda. "Sejak tiga bulan lalu, saya sudah mewanti wanti, khususnya kepada praja yang akan wisuda. Imbauannya, yakni Kalau berada di luar kampus harus hati hati dan selalu jaga diri," tegas Johanis.

Disinggung mengenai apakah ada kemungkinan Praja melakukan pesta narkotika dan minuman di barak, Johanis menolak tegas. "Tidak akan mungkin kalau di dalam. Kami ini mengawasi secara ketat," ucapnya.

Sedangkan setelah adanya kejadian kematian Chris apakah ada peningkatan pengawasan, Johanis mengatakan, tidak ada. "Ah biasa saja, tidak ada peningkatan pengawasan. Karena jumlah kami lebih sedikit dengan praja," cetus Johanis.

Sementara situasi kampus IPDN kemarin, tidak ada yang berubah. Kasus Chris rupanya tidak membuat kejadian luar biasa dalam aktivitas belajar mengajar di kampus tersebut. Bahkan ujian akhir semester yang dilakukan praja madya, berjalan lancar.

Namun, para dosen, rektor, dan civitas akademis lainnya, kemarin sekitar pukul 11.30, terlihat dikumpulkan rektor di aula rektorat lantai dua untuk menggelar rapat hingga pukul 16.00. "Ini bukan rapat kasus Chris, namun ini rapat akademik yang rutin dilakukan," tegas pembantu Rektor III, Djufri Sinaro.

Sedangkan sejumlah praja terlihat oleh Tribun melakukan gerakan tutup mulut akan kasus kematian Chris. Beberapa kali Tribun menanyakan asal muasal kasus praja asal Kalteng itu, tetapi tidak dijawab. "Maaf mas saya tidak mengatahui apa apa tentang Chris," ujar para praja. (Tribun Jabar/Sob)

Sumber :
Tribun Jawa Barat