Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:13 WIB
Penyebab Kematian Praja IPDN Masih Gelap
- | Senin, 5 Mei 2008 | 16:40 WIB
|
Share:

 BANDUNG, SENIN- Pelaksana tugas Pembantu Rektor Institut Pendidikan Dalam Negeri Jufri Sinaro dan dr Norman Tan Surya menutup mulut rapat-rapat mengenai penyebab kematian praja IPDN tingkat IV (wasana praja) Chris Bernard.

Jufri mengaku, pihak IPDN tidak mengetahui penyebab kematian praja tingkat akhir itu karena tragedi terjadi pada hari libur praja. Sementara, dokter yang menangani dan menerima rujukan Chris dari Rumah Sakit AMC, dr Norman, menyatakan, penyebab kematian hanya dapat diketahui setelah dilakukan otopsi.

Jufri yang hadir di RS Advent, Bandung, Senin (5/5), mengatakan, IPDN telah menyerahkan kasus ini kepada Kepolisian Sektor Jantinangor, Sumedang, melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor Pol: STPL/1010/V/2008/Sektor.

"Kami tidak berhak menceritakan kronologis kejadian karena itu adalah wewenang kepolisian. Silakan tanya pada kepolisian yang dimaksud," ujar Jufri mengakhiri konferensi pers.

Ada pesta miras?

 Norman membenarkan bahwa ada pesta minuman keras yang dilakukan oleh wasana praja IPDN Chris Bernard dan rekan-rekannya, dua hari sebelum Chris meninggal, Minggu(4/5).

Berdasarkan penuturan rekan-rekannya, kata Norman, Chris sempat dilarikan ke RS AMC Sumedang, kemudian dirujuk ke RS Advent pada 2 Mei pukul 19.25. Menurut Norman, saat itu kesadaran Chris telah menurun."Saya lakukan pemeriksaan heteroaminesis dan pengecekan vital sign, tekanan darah 140/80, nadi agak cepat yaitu 131 kali per menit, dan suhu tubuh 36 derajat Celcius," ujar Norman saat menggelar konferensi pers di RS Advent, Senin.

Norman mengetahui ada pesta minuman keras dari rekan-rekan Chris yang mengatakan mereka mengonsumsi minuman merek Mansion. Praja tingkat IV IPDN asal Kabupaten Pulangpisau, Kalteng, itu dinyatakan meninggal, Minggu pukul 18.30.Hanya saja, Norman tidak dapat memberitahukan perihal penyebab kematian Chris Bernard karena tidak ada persetujuan dari pihak keluarga dan belum dilakukan otopsi.

Secara terpisah, Jufri Sinaro mengatakan, masih menyerahkan perihal kebenaran terjadinya pesta minuman keras itu kepada kepolisian. Ia juga tidak mau berkomentar mengenai sanksi terhadap rekan-rekan Chris yang turut berpesta minuman keras itu. "Kami serahkan pada polisi dan sedang diselidiki kebenarannya," ujar Jufri. (A15)