Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 15:41 WIB
PKS Buka Pintu Bagi Capres di Luar Partai
Heru Margianto | Minggu, 4 Mei 2008 | 13:52 WIB
|
Share:

Kristianto Purnomo (KP)
Anggota Pandu Keadilan Partai Keadilan Sejahtera melakukan penjagan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (4/5). Partai Keadilan Sejahtera menggelar acara Milad ke-10 yang diikuti oleh ribuan kadernya. Kristianto Purnomo (KP) 04-05-2008

TERKAIT:

JAKARTA, MINGGU - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin mengatakan partainya menyediakan peluang bagi calon presiden dari luar partai untuk maju dalam pemilihan presiden 2009. "PKS sediakan peluang (bagi calon presiden untuk maju dalam pemilihan presiden 2009)," katanya, dalam acara tasyakuran Milad (ualng tahun) PKS ke-10 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (4/5).
    
Ketika dikonfirmasi, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan majelis syuro yang memutuskan menggunakan mekanisme seperti apa untuk memilih calon presiden. "Itu diputuskan majelis syuro. Kalau perlu kita undang para calon presiden untuk berbicara dengan majelis syuro. Belum ada yang kita pinang," katanya menanggapi pertanyaan tentang adanya calon presiden yang "dilirik" PKS.
    
Menurut Sekretaris Jenderal PKS, Fahri Hamzah, partainya membuka peluang dalam rangka memfasilitasi calon-calon presiden yang terbaik. "Sudah menjadi tugas partai untuk mendengarkan suara rakyat," katanya.
    
Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, mengatakan partainya tengah menginventarisir sejumlah nama calon presiden 2009. Menurut Hilmi, calon tersebut tidak harus dari kalangan internal partai, tetapi dapat berasal dari latar belakang politik manapun.
    
"Yang penting, presiden kita yang akan datang adalah putra terbaik yang mampu membawa bangsa keluar dari krisis, mengembalikan kehormatan bangsa dan menyejahterakan rakyat," katanya dalam keterangan tertulisnya.
    
Dalam Milad PKS ke-10, hadir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu Ani Bambang Yudhoyono. Selain itu, sejumlah tokoh politik, diantaranya Akbar Tandjung, Ketua Partai Hanura Wiranto, dan perwakilan dari partai lain.

Sumber :