JAKARTA, MINGGU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh warga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk meringankan beban negara dengan turut membantu rakyat Indonesia yang terlilit kemiskinan. "Yang kuat bantulah yang lemah. yang kaya bantulah yang miskin. Dengan demikian menjadikan adil kehidupan ini. Tentunya kita tidak ingin makmur sendiri. Kita ingin makmur bersama," ujarnya saat memberikan pidato dalam Milad PKS ke-10, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (4/5).
Menurut Presiden, pada saat ini negara sedang kesulitan. APBN melonjak begitu tinggi karena subsidi terus melonjak. Pemerintah sedang berusaha tidak berpikir untuk menaikkan harga. "Kita harus cari jalan lain dan berpikir tidak terlalu cepat untuk menyerukan tentang kenaikan harga. Oleh karena itu, bantulah sesama," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga berharap PKS dapat menjadi pelopor untuk melanjutkan pekerjaan yang masih tertinggal setelah reformasi pada 1998. Presiden mengatakan salah satu tanda pascareformasi adalah kehidupan demokrasi dan kebebasan. Namun, demokrasi dan kebebasan itu, lanjut dia, harus tetap disertai rahmat dan diperlukan akhlak yang adil serta kepatuhan terhadap hukum.

