PASANGAN suami istri Syamsuri (33) dan Marini (31), warga Kampung Matras Sungailiat sedang berbahagia. Kamis (24/4) lalu pasutri ini mendapatkan rezekii dengan kelahiran bayi perempuan kembar tiga. Ketiga bayi lucu itu pun lahir dengan persalinan normal di klinik bersalin Gosyen Sungailiat.
Semula pasutri ini tak menduga bayi yang akan dilahirkan ini kembar tiga, sebab dari hasil pemeriksaan lewat USG cuma terlihat kembar dua. Untuk menjaga keselamatan ketiga bayi saat ini dirawat dalam ruang inkubator di Rumah Sakit Medika Stannia (RSMS) Sungailiat.
Syamsuri, ayah bayi kembar tiga yang ditemui Bangka Pos Group di RSMS, Sabtu (26/4) mengaku sangat berbahagia dan bersyukur kepada Allah SWT atas kelahiran ketiga bayi perempuan yang dilahirkan normal dan selamat.
“Istri saya ini sebelumnya sudah dua kali mengalami keguguran, jadi kehamilan kali ini setiap bulan kami rajin kontrol ke dokter spesialis kandungan, dr Julianto S SPOG di Klinik Bersalin Gosyen Sungailiat,” kata Syamsuri.
Ditambahkan Syamsuri, istrinya mengalami sakit perut pada hari Rabu (23/4) sore pukul 17.00 WIB, lalu pergi ke klinik bersalin dan disuruh menginap, Alhamdulillah rupanya pagi hari Kamis (24/4) pagi sekitar pukul 06.55 WIB lahir bayi berjenis kelamin perempuan yang pertama dengan berat 2,5 kg, dua menit kemudian menyusul bayi kedua dengan berat 2 kg, lalu 4 menit
kemudian lahir bayi ketiga dengan berat 2,2 kg, semuanya berjenis kelamin perempuan.
“Atas saran dokter, siang itu juga sekitar pukul 13.00 WIB ketiga bayi dimasukkan dalam ruang inkubator di RSMS, bukan karena ada penyakit atau kelainan apa, cuma tujuannya untuk menstabilkan suhu tubuh ketiga bayi ini,” tukas Syamsuri seraya menambahkan istrinya hari Jumat (25/4) sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
Dilanjutkannya, pada saat umur kandungan sekitar 3 bulan belum tampak kalau bayi ini kembar, baru umur ke empat bulan kelihatan kalau bayi yang dikandung istrinya itu kembar, tapi kembar dua.
“Bagi saya sih tak jadi masalah bayi kami ini kembar atau tidak yang penting jangan sampai keguguran, karena istri saya ini sebelumnya sudah dua kali mengalami keguguran,” imbuhnya.
Setelah tahu kandungan istrinya kembar, Syamsuri sebagai kepala rumah tangga yang sehari-hari cuma bekerja sebagai buruh harian, walaupun tak memiliki banyak uang selalu berusaha sekuat tenaga untuk membawa istrinya memeriksakan kandungan ke klinik bersalin secara rutin.
“Uang hasil kerja saya tabung sedikit-sedikit untuk merawat dan menjaga istri dan kandungannya, yang penting istri dan anak saya ini bisa sehat dan selamat,” tukasnya.
Dilanjutkannya seluruh petunjuk yang disarankan dokter dituruti, termasuk mengkonsumsi obat dan vitamin supaya janin lebih kuat, karena sudah dua kali keguguran ini.
“Pada masa kehamilan mencapai usia delapan bulan, dari hasil USG masih terlihat kalau cuma kembar dua, bukan tiga, namun saat lahir ini baru ketahuan kalau bayi ini kembar tiga,” ujarnya.
Untuk biaya bersalin, Syamsuri mengaku sudah membayarkan sebesar Rp 2.975.000, namun untuk biaya perawatan bayi selama di RSMS belum tahu berapa. Dirinya mau mengusahakan mencari biaya ke mana, apalagi kata dokter nanti bayi-bayi saya ini harus ditidurkan dalam boks bayi yang ada tutupnya, dan untuk sementara jangan sampai banyak disentuh orang luar.
“Saya ini cuma buruh harian tak tahu lah harus cari uang dari mana untuk memelihara dan merawatnya, kalau ada para dermawan yang kasihan kepada bayi kembar ini tolong dibantu lah keluarga kami ini,” ujarnya berharap.
Terpisah, dr Julianto yang hendak dikonfirmasi harian ini sekitar pukul 16.25 WIB, menurut asistennya tak bisa diganggu karena sedang beristirahat. (bangka pos/edwardi)

