BEIJING, JUMAT - Sebuah virus mematikan menyebar dengan cepat di China timur dan mengakibatkan sedikitnya 21 anak meninggal serta menginfeksi hampir 3.000 yang lain, menurut kantor berita Xinhua, Jumat (2/5).
"Enterovirus 71" atau EV71 (virus usus/patogen umum yang dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal atau pernapasan akut, kemungkinan menjadi faktor penentu dalam sindrom keletihan kronis) mulai menyebar di Fuyang, di bagian timur provinsi Anhui pada awal Maret. Namun pihak berwenang baru melaporkan kejadian itu kepada masyarakat umum pada Minggu kemarin, seraya menyebutkan bahwa ada 789 kasus. Pada Kamis menurut Xinhua jumlahnya meningkat menjadi 2.946 kasus.
Enterovirus terutama dapat menyebar melalui kontak langsung dengan lendir, air liu atau tinja orang yang terinfeksi. Virus ini dan dapat mengakibatkan demam tinggi, kelumpuhan dan pembengkakan pada otak atau lapisannya. Anak-anak sangat rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum cukup kuat.
Belum ada vaksin atau antivirus yang tersedia untuk merawat atau mencegah penyebaran virus tersebut."Ada satu (korban meninggal) lagi pada Kamis sore, sehingga jumlah korban meninggal menjadi 21," kata kantor berita itu mengutip kepala kesehatan Anhui.
Penundaan pelaporan virus itu kepada masyarakat umum telah memicu perdebatan panas dan kritik di media China, yang menyebut pemerintah lokal seharusnya diganti. Namun Kementerian Kesehatan melindungi pemerintah Fuyang dan mengatakan bahwa laporan yang terlambat terjadi karena tim medis sedang mencoba mengatasi penyakit itu.
Pejabat mengatakan bahwa hampir seluruh korban yang terinfeksi adalah anak-anak berusia dibawah enam tahun dan kebanyakan berusia dibawah dua tahun. Seluruhnya ada 879 anak yang masih dirawat di rumah sakit, dimana sembilan orang berada dalam kondisi kritis, sedangkan 849 telah pulih.
"Mayoritas pasien baru menunjukkan genjala ringan dan peningkatan cepat infeksi terjadi karena pelaporan yang baik dan kepedulian publik," kata Beijing News, Jumat mengutip jurubicara pemerintah Anhui.
Pejabat Kesehatan mengatakan bahwa masyarakat dapat melakukan tindakan menjaga kebersihan sederhana untuk mencegah penyebaran virus. Perawatan pada infeksi virus itu difokuskan pada penanganan komplikasinya termasuk radang selaput otak dan gagal jantung, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

