JAKARTA, KAMIS - Mayday atau Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari ini di Bunderan Hotel Indonesia bukan hanya dimeriahkan oleh puluhan LSM yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat, tetapi juga ratusan massa yang memperjuangkan nasib buruh migran Indonesia.
Massa yang tergabung dalam Migrant Care itu membawa sebuah sapi yang terbuat dari kertas. Namun, sapi tersebut bukan sapi biasa, melainkan sapi perah yang menjadi simbol bagi para tenaga kerja Indonesia.
"Bagi buruh migran Indonesia, problematika yang berbasis pelanggaran hak-hak normatif dan HAM adalah realitas yang tak terbantahkan. Padahal kontribusi mereka kepada negara setiap tahunnya mencapai Rp35 triliun," ujar Executive Director Migrant Care, Anis Hidayah, Kamis (1/5).
Menurut catatan Migrant Care, lanjut dia, sepanjang 2007 angka kematian buruh migran di MAlaysia dan Jeddah mencapai 784 orang. Oleh karena itu, mereka menuntut agar membatalkan MoU Indonesia dengan empat negara tetangga (Malaysia, Taiwan, Yordania, dan Korsel).
"Bubarkan BNP2TKI yang telah gagal mereformasikan sistem penempatan dan perlindungan buruh migran. Selain itu, segera bentuk komisi pengawasan perlindungan buruh migran Indonesia," sambungnya. Selain memperjuangkan nasib sendiri, para buruh juga menuntut agar pemerintah menurunkan harga sembako. Mereka menuntut agar pemerintah memberikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik lain.
"Turunkan harga sembako! SBY-JK, Boneka Amerika!" teriak massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat.

