JAKARTA, KAMIS - Ribuan anggota tiga serikat pekerja yaitu Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Logam Elektronik Metal SPSI (SP LEM SPSI), dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) merayakan Hari Buruh di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/5).
Kurang lebih 30.000 buruh datang dan memadati sepertiga tribun Gelora Bung Karno. Mereka menggelar orasi yang menyerukan amandemen undang-undang No.3 tahun 1992 mengenai jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek).
Dalam orasinya Ketua Umum SP LEM SPSI Harjono menyebutkan bahwa masih banyak buruh di Indonesia yang tidak didaftarkaan dalam jamsostek. Ia menyerukan agar pemerintah memberikan sanksi kepada pengusaha yang tidak mengikutkan pekerjanya sebagai peserta Jamsostek.
"Pemeritah harus menindak tegas pengusaha yang tidak mendaftarkan pekerjanya dalam program jamsostek. Minimal sanksi pidana untuk memberikan efek jera dan mendidik," tegasnya.
Selain menuntut amandemen UU No.3 thun 1992, meraka juga menuntut upah yang layak bagi buruh, pembentukan komisi pengawasan perburuhan nasional, turunkan harga kebutuhan pokok untuk rakyat, serta menolak sistem kerja kontrak dan outsourcing. Selain diisi dengan orasi-orasi, acara kali ini juga dimeriahkan dengan acara musik yang menampilkan grup band Nidji.

