Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 21:23 WIB
Sutiyoso Didukung 12 Parpol Lama dan 16 Parpol Baru
M Suprihadi | Rabu, 30 April 2008 | 22:12 WIB
|
Share:

KOMPAS/ INGKI RINALDI
Salah satu calon presiden pada Pilpres RI tahun 2009, Sutiyoso, memanfaatkan kunjungannya untuk membuka Turnamen Bulu Tangkis Piala Bang Yos 2008 di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Selasa (26/2) untuk berkampanye. Pada orasi politiknya di Dusun Bendomungal, Desa Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sutiyoso meminta agar para pendukungnya yakin terhadap pencalonannya.

TERKAIT:

SURABAYA, RABU-  Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau akrab disapa Bang Yos menegaskan kembali bahwa dirinya mendapat dukungan dari 12 partai lama dan 16 partai baru untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2009.

"Mengenai partai apa saja, saya lupa karena saking banyaknya," kata Sutiyoso saat ditemui seusai menjadi pembicara pada acara seminar otonomi daerah di Hotel Shangrila, Surabaya, Rabu (30/4).

Menurut Bang Yos, predikat sebagai calon pilpres independen yang dulu sempat digembor-gemborkan diakui tidak mungkin terjadi. Untuk itu, dirinya berusaha melakukan pendekatan dengan sejumlah partai baik besar maupun sedang dan kecil. "Kami akan melakukan berkolaborasi dengan partai kelas menengah. Jika partai besar, pasti sudah ada bosnya (capres)," katanya.

Meski demikian, Sutiyoso menyadari bahwa ia adalah pemain pemula, sedangkan lawan politiknya atau rivalnya dalam bursa Pilpres 2009 mendatang merupakan pemain lama, seperti halnya Megawati Soekarnoputri, Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan lainya. "Untuk itu saya perlu waktu untuk sosialisasi," katanya menambahkan.

Salah satu bentuk sosialisasi ke masyarakat yang dilakukannya di antaranya sudah mulai aktif melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Salah satunya adalah Jawa Timur. Pasalnya, Jawa Timur merupakan target mendulang perolehan suara sebanyak mungkin dalam Pilpres 2009 mendatang.  

"Masyarakat kita ajarin, jangan ragu-ragu pilih pemimpin," katanya.

Sumber :