TABRAKAN mobil dalam kecepatan tinggi kemungkinan besar menghasilkan cedera berat bagi pegemudi maupun penumpangnya. Namun, hingga saat ini prediksi terhadap cedera tersebut belum pernah terukur lewat alat simulasi manapun.
Pada pelaksanaan Beijing Motor Show saat ini, Toyota mengumumkan perkembangan pebuatan sebuah alat simulasi tabrakan kecepatan tinggi, Total Human Model Safety. Simulator ini mampu melihat sebuah kecelakaan dalam kecepatan tinggi, sekaligus dampaknya pada pengemudi. Menurut pihak Toyota, tujuan dari pengembangan teknologi ini adalah untuk meningkatkan derajat keselamatan berkendara, khususnya bagi peserta balap single-seater seperti F1 maupun IRL.
Alat ini maju selangkah dibanding simulator konvensional yang telah ada. Pasalnya, simulator ini pun membuka kemungkinan bagi para peneliti untuk menilik berbagai kemungkinan cedera fatal yang dialami pengendara saat kecelakaan dalam kecepatan tinggi. Selama ini, bagian tersebut merupakan hal yang sulit untuk diukur dengan simulator biasa.
Salah satu yang dirancang adalah, alat ini dapat memetakan cedera tulang belakang yang dialami pengendara akibat tabrakan kencang dari arah belakang. Kerjasama Toyota dengan FIA Institute (the Fédération Internationale de l'Automobile) ini pun diproyeksikan agar diperoleh kombinasi yang pas antara posisi mengemudi untuk mencapai kecepatan dengan keamanan pengemudi, misalnya lewat posisi duduk. (EDMUNDS/GLO)

