JAKARTA, KAMIS - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengkhawatirkan jika upaya-upaya penghematan BBM tidak segera diterapkan akan berpengaruh buruk terhadap keuangan negara. Selain memuji inisiatif Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) atas pembentukan Tim Koordinasi Pengawasan Penyalahgunaan Penyediaan dan Pendistribusian BBM (TKP4BBM), Purnomo juga mengharapkan kesegeraan penerapan Kartu Kendali dan Smart Card.
Menurut Purnomo, hal ini menjadi sangat penting karena jika pengawasan tidak dilakukan dengan benar dalam pendistribusian BBM maka target 35,5 juta Kiloliter BBM yang ada di APBN-P yang diperkirakan subsidinya sekitar 106 triliun akan membengkak. "Kalau kita menggunakan data Januari-Maret dan kita proyeksikan satu tahun 2008, maka diperkirakan kalau tidak diawasi dengan benar, volume BBMnya akan membengkak," ujar Purnomo usai keputusan bersama mengenai penanganan barang bukti perkara tindak pidana penyediaan dan pendistribusian BBM dan pembentukan TKP4BBM di Jakarta, Kamis (24/4).
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BPH Migas Tubagus Haryono. Tubagus menyatakan sampai triwulan I-2008, penggunaan BBM sudah mencapai 27 persen. "Kalau dibuat rata-rata tiga bulan 27 persen, maka satu tahun bisa empat kali 27 persen, nah secara matematis seperti itu, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, upaya pengendalian ini menjadi sangat penting," ujar Tubagus pada kesempatan yang sama.
Menurut Tubagus, penambahan permintaan BBM dapat diakibatkan penambahan jumlah kendaraan, serta prasarana dan infrastruktur yang belum memadai. Saat ini, BPH Migas sedang melakukan survey di Jabodetabek yang dianggap representatif. "Kami melakukan sampling, pendataan ke lapangan, kemudian dilihat rata-ratanya berapa, modussnya berapa, kecenderungan konsumsinya seperti apa, misalnya grafiknya kendaraan umum ternyata cenderung hemat karena kalau belum habis bener mereka nggak akan isi. Kendaraan pribadi cenderung mengkonsumsi lebih banyak, tapi batasnya rata-ratalah," tandas Tubagus.
Tubagus juga menambahkan sampai saat ini pihaknya belum memutuskan apakah penggunaan BBM untuk kendaraan umum dibatasi atau tidak. "Tapi saya pikir kendaraan umum akan diberikan porsi lebih karena mobilitas mereka hari itu bisa sekitar 250-300 km sedangkan kendaraan pribadi sekitar 60 km. Varian-varian seperti ini yang akan kita perhitungkan," tukasnya. (LIN)

