Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 20:19 WIB
Jelang HUT RMS TNI/Polri Siagakan Pengamanan
Agung Setyahadi | Rabu, 23 April 2008 | 20:49 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI

TERKAIT:

AMBON, RABU- Menjelang peringatakan lahirnya gerakan separatis Republik Maluku Selatan atau RMS pada 25 April, pihak kepolisian dan TNI di Maluku menyiagakan pasukan untuk menjaga keamanan. Pasukan ditempatkan di 74 pos yang berada di Pulau Ambon, Haruku, Saparua dan Nusa Laut. Polisi berharap, tahun ini tidak ada pengibaran bendera benang raja, simbol gerakan RMS.

Kepolisian Resor Ambon dan Pulau-pulau Lease, Rabu (23/4), menggelar apel siaga pengamanan ulang tahun RMS. Polres menyiagakan 500 personel yang mulai menempati pos penjagaan usai apel siaga. Penjagaan dilakukan bersama antara polisi, TNI dan masyarakat. Kepolisian juga meningkatkan patroli dan razia.

“Pasukan ada yang menjaga keamanan bersama masyarakat di pos-pos pengamanan swakarsa. Masyarakat semakin berperan akif menjaga keamanan seperti di Amuhusu, Alang dan Latuhalat,” ujar Ajun Komisaris Besar Didik Widjanarko, Kepala Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease seusai memimpin apel siaga.

Ia berharap, kondisi keamanan di Maluku khususnya Ambon semakin mantap dan tidak ada gerakan separatis. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga keamanan. Bila ada informasi penting yang berpotensi mengganggu keamanan diharapkan segera menginformasikan ke polisi.

 Selain pengamanan wilayah, TNI/Polri di Maluku juga melaksanakan karya bhakti di Desa Aboru, Pulau Haruku. Karya bhakti ini sudah dua kali dilakukan untuk mendekati masyarakat Aboru yang terstigma sebagai pendukung RMS. Desa yang terisolir di sisi selatan Pulau Haruku itu dibukakan jalan, layanan kesehatan dan perbaikan sarana umum. Katya bhakti ini melibatkan 50 prajurit TNI Angkatan Darat dan 36 polisi.