SUNGAILIAT, SELASA - Mata pelajaran matematika masih menjadi momok bagi peserta ujian nasional (UN) tahun 2008. Seperti peserta UN di SMAN Sungailiat, Kabupaten Bangka. Sekitar pukul 12.30 Wib, Selasa (22/4), usai ujian mata pelajaran matematika, beberapa siswa keluar ruangan dengan wajah murung. Ada yang menangis.
"Ya ampun aku tadi banyak tidak diisi, mana waktunya sedikit, satu jam paling baru bisa mengerjakan belasan soal. Ya ampun," ujar seorang siswi ketika ke luar ruangan kepada beberapa temannya.
Derai airmata beberapa siswi mulai tidak tertahankan, mereka saling mengerumuni teman yang sedang kesusahan tersebut." Ya Allah hari ini soalnya payah, bagaimana besok mata pelajaran fisika lebih sulit," ujarnya sembari menutup matanya yang sudah merah dan berlalu meninggalkan wartawan.
Fikri siswa kelas III SMAN I Sungailiat jurusan IPA mengakui ujian mata pelajaran matematika sangat rumit dan waktu yang diberikan juga sempit. "Ya agak rumit tuh, teman-teman pada nangis banyak nggak bisa isi. Kalau dilihat dari soal soal try out yang dilaksanakan agak sulit. Kalau Bahasa Indonesia masih lumayan," ujar Fikri.
Namun Fikri optimis dari 40 soal yang ada 20 soal ia yakin menjawab dengan benar. "Targetnya nggak muluk-muluklah, ya itu dari hitungan saya 20 soal bisa jawab dengan benar," ujar Fikri.
Diakui Fikri, nilai kelulusan rata-rata 5,25 menjadi beban bagi mereka. Fikri dan rekan-rekannya hanya bisa berusaha mendapatkan nilai yang baik dan bisa lulus. "Insya Allah besok bisa ngerjain mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Kimia," ujar Fikri.
Sebelumnya sekitar pukul 08.00 wib Bupati Bangka Yusroni Yazid didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bangka Yunan Helmi dan asisten III Suyono memantau pelaksanaaan UN SMA. Bupati sekedar melihat dari luar tanpa masuk ruangan. "Saya melihat anak-anak tenang mengerjakan soal, panitia juga rapi semua, mudah-mudahan berjalan lancar," ujar Yusroni.
Kepala Sekolah SMAN I Sungailiat Sumarni mengatakan total peserta UN di SMAN I Sungailiat sebanyak 201 siswa yang terdiri dari 197 peserta IPA dan 94 peserta IPS. "Semua siswa kita hadir semua dan kita tidak ada siswa yang dari sekolah luar ikut ujian di SMA kita karena masing-masing sekolah sudah menjadi penyelenggara ujian," ujar Sumarni.
Sumarni optimis siswa mampu mengerjakan soal karena dari sebelum pelaksanaan ujian siswa sudah dipersiapkan selama tiga bulan melalui try out. "Kita sudah doa bersama dan segala persiapan sudah dilakukan semoga berjalan lancar bisa jawab soal dengan lancar dan baik, mengharapkan lulus 100 persen," imbuh Sumarni
Ditanya bagaimana standar soal Sumarni mengaku tidak tahu-menahu meski proses UN sudah berjalan."Kita tidak melihat apapun hanya melihat sampul soal yang terdiri dari dua paket yaitu paket A dan B, kalau isinya belum tahu," ujar Sumarni. (Bangka Pos/h7)

