TEGAL, SELASA - Sejumlah peserta ujian nasional (UN) SLTA di Kota Tegal mengeluhkan kualitas cetakan soal yang kurang jelas. Para siswa juga terbebani dengan adanya dua mata pelajaran yang diujikan dalam waktu satu hari. Ujian hari ketiga dinilai akan menjadi ujian paling berat, terutama bagi siswa kelas IPA.
Eka Harishmiati, peserta UN SMA Negeri 1 Kota Tegal dari kelas IPA, Selasa (22/4) mengatakan, sebagian huruf dalam soal bahasa Indonesia tercetak tipis. Meskipun tetap terbaca, kondisi itu sangat melelahkan mata. Padahal setelah mengikuti ujian untuk mata pelajaran tersebut, siswa masih harus menghadapi ujian untuk mata pelajaran berikutnya, yaitu matematika. Jeda waktu antara ujian pertama dengan ujian kedua hanya setengah jam.
Menurut dia, adanya dua mata pelajaran yang diujikan dalam satu hari, cukup membebani siswa. Pasalnya, konsentrasi siswa akan lebih terfokus pada salah satu mata pelajaran yan g lebih dikuasai. Dengan demikian, mata pelajaran lainnya akan menjadi korban.
Siswa peserta UN lainnya, Dianing Bhakti Putri juga mengeluhkan kualitas cetakan soal bahasa Indonesia yang kurang jelas. Hal itu mempersulit siswa dan memperlama waktu pengerjaan soal. Adanya dua mata pelajaran yang diujikan dalam sehari juga membuat konsentrasi siswa terpecah. Mereka harus pulang siang hari, sehingga waktu untuk beristirahat dan mempersiapkan ujian hari berikutnya menjadi berkurang.
Rizal Khaeri, peserta U N lainnya dari kelas IPA mengatakan, hari ketiga UN dinilai akan menjadi hari terberat bagi siswa kelas IPA. Dua mata pelajaran yang diujikan merupakan mata pelajaran yang sulit, yaitu Fisika dan Biologi.
Secara keseluruhan, UN hari pertama di Kota Tegal berjalan lancar. Distribusi soal dari sub rayon ke sekolah selesai dilaksanakan sekitar pukul 06.00. Petugas dari masing-masing sekolah mengambil soal dengan pengamanan petugas keamanan. UN di Kota Tegal diikuti 5.039 siswa SMA, MA dan SMK. Mereka terdiri dari 2.419 siswa SMA dan MA, serta 2.620 siswa SMK negeri dan swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal, Suranto mengatakan, lembar jawab an soal dari masing-masing sekolah langsung diserahkan ke sub rayon, usai pelaksanaan ujian. Selanjutnya, lembar jawaban tersebut dikumpulkan ke rayon atau dinas pendidikan, untuk kemudian dikirim ke Semarang pada siang harinya.
Siswa yang tidak dapat mengikuti ujian hari itu, dapat mengikuti ujian susulan, pekan depan. Ujian susulan rencananya akan dipusatkan di salah satu sekolah. Dalam UN kali ini, terdapat beberapa siswa yang tidak dapat mengikutinya. Hal itu seperti terlihat di SMA Negeri 1 Tegal. Dua siswa di sana tidak mengikuti UN karena sedang sakit.

