Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:11 WIB
AS Blokade Kapal Senjata China untuk Zimbabwe
Adi Sasono | Selasa, 22 April 2008 | 10:12 WIB
|
Share:

WASHINGTON, SELASA - Pemerintah AS berupaya keras mencegah sebuah kapal China berlabuh dan membongkar muatan senjatanya untuk militer Zimbabwe.

Saat yang sama, pejabat urusan Afrika di Departemen Luar Negeri AS, Jendayi Frazer pekan ini mengunjungi sejumlah negara Afrika sebagai penegasan sikap AS. Dalam misinya, Frazer juga akan membujuk tetangga Zimbabwe, seperti Nambia, Afrika Selatan, Mozambik dan Angola, untuk meningkatkan tekanan terhadap Presiden Robert Mugabe agar segera mengumumkan hasil pemilu yang kontroversial itu.

Menurut laporan Associated Press, intelijen AS saat ini sedang melacak kapal China, An Yue Jiang, yang bermuatan penuh senjata dan amunisi. Para diplomat AS juga sedang membujuk keempat negara itu melarang kapal itu berlabuh dan membongkar muatan di pelabuhan mereka.

Kapal An Yue Jiang saat ini diketahui sudah menjauhi Afrika Selatan dan Mozambik. Diperkirakan kapal itu akan berlabuh di Angola setelah berhenti untuk mengisi bahan bakar di Namibia. Kapal kargo itu gagal merapat di Afrika Selatan setelah hakim setempat melarangnya, Jumat (18/4). Tidak jelas apakah lobi AS juga berhasil melarangnya merapat di Mozambik sehari kemudian.

Pejabat Deplu AS di Washington, Senin (21/4) atau Selasa (22/4) waktu Indonesia, mengatakan upaya memblokade kapal itu saat ini sedang dilakukan di Namibia dan Angola. Kedua negara itu sudah diancam, bahwa membiarkan An Yue Jiang merapat dan membongkar muatan akan membahayakan hubungan dengan AS.

Ada kekhawatiran di pihak AS, senjata-senjata itu termasuk granat mortirm dan peluru itu akan digunakan oleh rezim Mugabe untuk menindas oposisi. Pemerintah Zimbabwe  menolak mengumumkan hasil pemilu yang berlangsung tiga pekan lalu. Dilaporkan juga telah terjadi berbagai tindak kekerasan terhadap kaum oposisi yang mengklaim memenangi pemilu itu.

Konfederasi serikat buruh Afrika Selatan menyerukan kepada rekan-rekan mereka di seluruh Afrika agar mengikuti sikap serikat buruh pelabuhan negara itu yang menolak membongkar muatan kapal itu. Sikap ini langsung mendapat dukungan dari Deplu AS.

"Melihat krisis pemilu Zimbabwe saat ini, senjata-senjata itu bisa digunakan untuk melawan orang-orang yang ingin secara bebas menyatakan sikap politiknya," kata juru bicara Deplu AS, Kurtis Cooper.(AP)

Sumber :
AP