Laporan Wartawan Kompas, Suhartono
JAKARTA, MINGGU - Keselamatan berkendara di Indonesia, masih teramat rendah. Sebuah data menunjukkan, kecelakaan jalan raya di Tanah Air telah menelan 30.000 korban per tahun, jauh di atas korban flu burung di Indonesia, yakni 100 orang. Komparasi ini diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan pengarahan pada pencanangan Pekan Nasional II Keselamatan Transportasi Jalan di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (20/4) pagi.
"Oleh sebab itu, untuk mengatasi dan mengurangi tingkat kecelakaan kenderaan bermotor yang tinggi ini, diperlukan langkah bersama seluruh instansi pemerintah terkait, dengan cara kombinasi pula seperti menambah dan memperbaiki sarana dan prasarana jalan, memperbaiki dan menegakkan aturan hukum oleh aparat serta penegakan disiplin berlalu lintas. Tanpa itu, sia-sia upaya mencegahan dan penurunan angka kecelakaan di jalan raya," ujar Wapres.
Sebelumnya Wapres mengatakan, tingginya angka kecelakaan di Indonesia disebabkan kombinasi berbagai faktor. Antara lain, pertambahan jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan jumlah penambahan ruas jalan, lemahnya penegakan hukum dan penerapan aturan terkait penggunaan dan keamanan kendaraan di jalan serta masih kendornya kedisiplinan masyarakat pengguna jalan.
Dalam acara ini hadir Ny Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah menteri di antaranya Menteri Perhubungan Jusman Sjafii Djamal, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno dan sejumlah menteri lainnya.
Pada kesempatan terpisah, Menhub menjelaskan, berdasarkan data yang diterima Bank Pembangunan Asia (ADB) dari riset tahun 2004, selain tingkat kematian mencapai 30.000 korban per tahun, nilai kerugian materi pun mencapai Rp 40 triliun atau 2,91 persen dari gross product bruto atau pendapatan kotor netto.
Lebih jauh, dampak lain berdasarkan riset Pemerintah, korban kematian pengguna kendaraan bermotor menyebabkan turunnya tingkat kesejehteraan keluarga masyarakat produktif Indonesia sampai sebesar 62,5 persen. "Oleh sebab itu, target pemerintah dalam cetak biru 2008-2012 akan menekan angka kecelakaan kendaraan bermotor, sampai 20 persen dari setiap 100.000 penduduk," ujar Jusman.
Seusai sambutan dan pencanangan, Wapres Kalla meninjau sejumlah stand dan simulasi keselamatan jalan serta penanganan korban pasca kecelakaan. Sebelum berpidato Wapres Kalla pun sempat diberi helm berwarana merah putih bertuliskan "Wakil Presiden RI". Saat helm itu akan digunakan, tampak helm itu kesempitan. Namun, Wapres memaksakan helm itu masuk ke kepalanya, dan saat helm dibuka, rambut Wapres terlihat berantakan.

