SEMARANG, SABTU - Partai Keadilan Sejahtera akan lebih mengangkat figur Sudharto selama kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng. Akan membutuhkan kerja ekstra untuk menampilkan sosok Sukawi yang dianggap sebagian masyarakat belum bisa mengatasi persoalan rob dan banjirdi Kota Semarang.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah Arif Awaludin, Sabtu (19/4), mengatakan, figur Sudharto yang dicalonkan sebagai wakil gubernur ini akan lebih mudah diusung, apalagi untuk isu pendidikan yang menjadi isu penting. Sudharto menjabat sebagai Ketua PGRI Jateng.
Arif tidak dapat memungkiri pencitraan Sukawi Sutarip yang cenderung negatif karena sebagai Wali Kota Semarang dianggap tak bisa mengatasi banjir dan rob akan membuat kerja tim kampanye lebih berat. Tema kesejahteraan seperti ini akan lebih banyak disorot masyarakat ketimbang beberapa kasus dugaan korupsi yang tengah dihadapi Sukawi.
"Kami tetap yakin mampu memenangkan pasangan Sukawi-Sudharto dalam pemilihan gubernur mendatang. Apalagi kami sudah mendapat suntikan semangat dengan kemenangan di Pilkada Jabar dan Sumut," ujarnya di sela-sela Rapat Koordinasi DPD PKS se-Jateng di Ponpes Sobilul Khoirot, Tengaran, Kabupaten Semarang.
DPW PKS Jateng juga sudah berbagi pengalaman dengan tim sukses pada Pilkada Jabar dan Sumut. Di kedua daerah tersebut, kemenangan disebabkan mesin politik partai yang berjalan optimal, calon yang diusung merupakan kader partai, serta calon yang diusung merupakan orang muda.
Di Jateng, calon yang diusung tidak berasal dari kader, dan usianya sudah di atas 50 tahun. Oleh karena itu, sebagai strategi memenangkan pasangan Sukawi-Sudharto, selain lebih memusatkan pada sosok Sudharto, PKS juga akan mengoptimalkan mesin partai, serta menarik dukungan dari berbagai elemen ma syarakat. Saat ini, mesin politik partai sudah siap 75 persen.
Penolakan pencalonan Sukawi dari Fraksi PKS di DPRD Kota Semarang, kata Arif, juga sudah tidak lagi muncul ketika surat rekomendasi dari DPP turun. Evaluasi dan hambatan kendala yang dihadapi juga sudah dibahas bersama dengan 35 DPD PKS se-Jateng.
