Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 19:41 WIB
Bukannya Mundur, Mugabe Malah Kecam Oposisi dan Inggris
Jimmy Hitipeuw | Jumat, 18 April 2008 | 23:56 WIB
|
Share:

HARARE, JUMAT - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengecam pihak oposisi dan bekas negara kolonial Inggris dalam pidato pertamanya sejak pemilu di negaranya dipertikaikan. "Enyahlah Inggris. Enyahlah para pencuri yang ingin merampas Zimbabwe," kata Robert Mugabe ke 15.000 orang yang berkumpul untuk menandai HUT ke-28 kemerdekaan Zimbabwe di Stadion Gwanzura, Highfield.

Robert Mugabe telah beberapa kali menyampaikan komentar publik sejak pemilihan presiden pada 29 Maret lalu diklaim telah dimenangkan oleh pihak oposisi. Sementara itu, para pekerja dermaga Afrika Selatan menolak untuk membongkar muatan persenjataan dari China yang dikirim ke Zimbabwe.

Serikat Pekerja Transportasi Afrika Selatan South African Transport and Allied Workers Union (Satawu) menjelaskan tidak akan melakukan bongkar muat apabila Afrika Selatan tidak  mengintervensi pengapalan persenjataan tersebut. "Anggota serikat kami yang dipekerjakan di terminal kontainer Durban tidak akan membongkar muatan tersebut tanpa adanya intervensi pemerintah. Anggota kami di sektor transportasi truk juga menolak untuk mengantarkan muatan ini melalui jalan darat," kata sekjen Satawu,  Randall Howard.

Pemimpin Partai oposisi Pergerakan Perubahan Demokratik Morgan Tsvangirai menjelaskan HUT kemerdekaan tahun ini merupakan hari paling menyedihkan sejak Zimbabwe terlepas dari masa kolonial.  Kamis (17/4) kemarin,  Morgan Tsvangirai menjelaskan, Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki diperlukan untuk memulihkan tugasnya sebagai mediator dalam krisis yang diakibatkan oleh pemilihan presiden Zimbabwe.

Tsvangirai bersikeras menekankan telah memenangkan pemilihan presiden Zimbabwe. Namun, Komisi Pemilu Zimbabwe menjelaskan tidak dapat mengeluarkan hasil pemilu sampai selesai menginvestigasi anomali hasil pemilu.

Beberapa menteri Zimbabwe menyarankan agar pemilihan tahap kedua diadakan. Partai oposisi Pergerakan Perubahan Demokratik menerangkan para aktivisnya di wilayah pedalaman rawan diintimidasi menjelang pemilihan tahap kedua. Tsvangirai menerangkan partainya hampir mencapai kesepakatan dengan partai berkuasa Zanu-PF untuk mencabut Mugabe dari kekuasaannya.

Sumber :
AP