Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 19:41 WIB
Hade Tak Terkejar
| Jumat, 18 April 2008 | 22:48 WIB
|
Share:

Tribun Jabar/Denni Denaswara
Ahmad Heryawan

BANDUNG, JUMAT - Memasuki hari kelima rekapitulasi penghitungan suara sementara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jabar, Jumat (18/4) hingga pukul 19.11, pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) masih menempati posisi pertama dengan perolehan 4.839.111 suara atau sebesar 39 persen dari total 12.354.985 suara yang masuk.

Jumlah ini masih tidak mampu dikejar oleh pasangan Agum Gumelar-Numan Abdul Hakim (Aman) dengan perolehan suara yang secara konstan terpaut empat persen angka di bawahnya. Aman hanya mampu meraih 35 persen atau 4.339.176 suara. Pada posisi terakhir, pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulandjana bertahan dengan perolehan 3.176.698suara atau 26 persen dari total suara masuk.

Melihat pertumbuhan perolehan suara, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional, Ahmad Adib Zain mengatakan, pihaknya tidak ingin berbesar kepala. Bahkan, ia mengaku masih dirundung was-was. Alasannya, rekapitulasi perolehan suara belum final.

"Kami memang tengah memimpin, tetapi kami was-was ada kantong pasangan lain yang masih memungkinkan tercurinya perolehan suara," kata Adib Zain. Meski demikian, ia mengaku cukup tenang melihat tren pergerakan perolehan suara yang tidak terjadi pelonjakan berarti.

Adib menilai, secara konstan kenaikan perolehan suara pasangan lain diikuti dengan kenaikan perolehan pasangan Hade. "Tren kenaikannnya cukup konstan dan proporsional, dengan keterpautan empat persen dengan Aman dan 13 persen dengan tim Dai," ujar Adib Zain.

Sementara itu, penghitungan rekapitulasi menurut tim IT Dai tetap mengakui keunggulan tim Hade dengan perolehan suara 39 persen dari total 12.882.992 suara pada Kamis (17/4) pukul 19.00. Diikuti oleh tim Aman dengan perolehan 34 persen dan tim Dai sebesar 26 persen.

"Kami sengaja tidak mempublikasikan pernghitungan kami terhitung hari ini (Jumat), karena tidak ingin ada pihak-pihak yang menggunakan data kami sebagai dasar pembenar klaimnya," ujar ketua tim IT Dai, Abu Bakar. (A15)