WASHINGTON, JUMAT - Mayoritas pendukung partai Demokrat berpendapat Senator Barack Obama mempunyai kesempatan lebih baik dalam mengalahkan Senator John McCain ketimbang Hillary Rodham Clinton pada perebutan puncak kekuasaan di Gedung Putih bulan November 2008. Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan oleh AP-Yahoo! News poll menunjukkan bahwa pendukung Demokrat tak lagi melihat Hillary sebagai calon terkuat partai untuk lolos ke Gedung Putih.
"Saya ingin memberikan dukungan suara saya untuk Hillary," kata Nancy Costello dari Bellevue, satu dari lebih 1.800 responden yang dipilih secara acak. "Saya saat ini berusia 67 tahun dan mungkin tidak akan mempunyai kesempatan lagi untuk memberikan dukungan bagi seorang perempuan menjadi presiden AS."
"Namun, Obama saat ini menjadi kandidat kuat. Memilih presiden dari Demokrat dalam pemilihan November mendatang merupakan tujuan terbesar. Apabila McCain menang dan melanjutkan banyak kebijakan luar negeri dan ekonomi Presiden Bush, saya rasa saya hanya akan terduduk dan menangis," kata Nancy Costello.
Bagi Allen Lovell (50), seorang pendukung Demokrat di Everett, perlombaan untuk menuju ke puncak kekuasaan di Gedung Putih tidak penting baginya. Namun, menurut Lovell, pergantian posisi Presiden George W. Bush dengan kandidat dari partai Demokrat merupakan masalah vital.
Lovell belakangan menyimpulkan kemungkinan Obama berkans lebih baik ketimbang Hillary dalam mengalahkan McCain. "Saya bergantung padanya, bukan karena ia berkulit hitam dan saya kulit putih, tetapi karena kita memerlukan perubahan," ujarnya.
Survei terhadap 1.844 orang dewasa ini diselenggarakan dari tanggal 2-14 April 2008 dengan margin kesalahan minus 2,3 poin persentase. Survei ini mencakup wawancara dengan 863 pendukung partai Demokrat dengan margin kesalahan plus atau minus 3,3 poin dan 668 pendukung partai Republik dengan margin kesalahan plus atau minus 3,8 poin.
Jajak pendapat ini diadakan lewat Internet oleh Knowledge Networks. Jajak pendapat semula diadakan lewat kontak telpon sebelum dilanjutkan dengan wawancara online. Mereka yang telah terpilih sebagai responden dalam jajak pendapat tetapi tidak mempunyai akses Internet mendapatkan fasilitas tersebut secara cuma-cuma.
