JAKARTA, JUMAT -- RA Kartini merupakan salah seorang pioneers of the nation dari Indonesia. Kartini tidak hanya dikenal sebagai tokoh emansipasi, namun lebih dari itu pikiran-pikiran Kartini diakui turut menumbuhkan rasa kebangsaan. Dalam usia yang belia, Kartini menyadari indoktrinasi berbagai diskriminasi, baik karena keturunan, agama, ras, maupun jender. Ini adalah ketidakadilan yang diciptakan manusia.
"Untuk memperingati Hari Kartini April 2008, Yayasan Warna Warni Indonesia beserta 99,1 Delta FM Jakarta, mengadakan wisata sejarah ke Jepara, Rembang, Kudus, dan Demak, " kata Ketua Umum Yayasan Warna Warni Krisnina Akbar Tandjung, Jumat (18/4) di Jakarta.
Wisata sejarah antara lain akan mengunjungi tempat-tempat yang telah disebut Kartini lebih 100 tahun yang lalu, seperti Kampung Ukir, yang terletak dekat rumah Kartini di Jepara. Klenteng di Kampung Welahan, dan tempat-tempat lain yang turut menyumbang inspirasi tulisan Kartini tentang kebangsaan, rasa bangga sebagai pribumi, dan hubungan antara barat dan timur. Kegiatan yang berlangsung 25-27 April itu, kata Krisnina, selain dimaksudkan untuk mendukung program Tahun Kunjungan Wisata 2008, juga untuk memberdayakan sejarah Kartini.
Untuk itu, Yayasan Warna Warni akan menyumbangkan buku-buku Kartini untuk koleksi Museum Kartini dan beberapa sekolah di Jepara dan Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan untuk PKK di Rembang, Jepara, dan Kudus akan diberikan kenang-kenangan 180 set piring dan cangkir kopi bergambar Kartini dan kata-kata mutiara Kartini. Ini diberikan dengan harapan supaya ada kegiatan Kartini tiap tahun, dengan menikmati bersama kulinernya yang lezat dari daerah setempat.
"Kegiatan-kegiatan ini diyakini bisa membangkitkan rasa percaya diri daerah akan sejarah lokal dan potensi yang dihasilkannya, seperti batik Laseman Rembang, kain tenun Troso Jepara, ukiran dan tentu saja kulinernya, " papar Krisnina.(NAL)

