Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 19:36 WIB
SBY Cemas Harga Minyak Dunia Terus Naik
Wisnu Nugroho A | Jumat, 18 April 2008 | 18:48 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku cemas dengan terus naiknya harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir. Kecemasan Presiden muncul terutama saat mengetahui harga minyak mentah saat ini sudah hampir dua kali lipat dari harga minyak mentah saat pemerintah menaikkan harga BBM akhir 2005.

"Masalah energi ini mencemaskan. Saya baru saja melihat CNBC (stasiun televisi) harga minyak mentah dunia mencapai 115 dollar Amerika Serikat. Tidak pernah ada dalam sejarah dunia. Dulu harganya paling 15 dollar AS naik 20 dollar AS turun lagi 15 dollar AS. Harga 115 dollar AS hampir dua kali lipat dari harga saat pemerintah menaikkan harga BBM," ujar Presiden saat jamuan santap siang dengan tokoh perempuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/4).

Mengekspresikan kecemasannya itu di depan puluhan tokoh perempuan, Presiden spontan bertanya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ada di antara mereka. "Berapa subsidi kita saat ini Bu Menkeu..? Rp 260 triliun! That's a lot dibandingkan APBN kita yang hanya sekitar 900 triliun," ujarnya.

Meskipun cemas dan menyadari besarnya beban untuk APBN karena tingginya harga minyak mentah dunia, Presiden mengaku tidak akan bisa begitu saja menaikkan harga BBM seperti minyak tanah, premium, dan solar. "Kita akan cari akal lain untuk tidak buru-buru menaikkan," ujarnya.

Hadir pada acara tersebut, antara lain, aktivis perempuan Gadis Arivia, peneliti LIPI Dewi Fortuna Anwar, seniman perempuan Mira Lesmana, Wakil Sekjen Granat Lula Kamal, Ketua Wanita Kosgoro Lenny Marlina, Komnas Perempuan Kemala Chandra Kirana, Juara Olimpiade Matematika SMA Stephanie Senna, Presiden Direktur Duta Bangsa Mien Uno, Ketua Dharma Wanita Persatuan Nila F Moeloek, dan Ketua Aisyiah Siti Chamamah Soeratno.