JAKARTA, JUMAT-Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (18/4), menyatakan hasil pemilihan langsung kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah, seperti di Sulawesi Selatan (Sulsel), Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut), sama sekali tidak mencerminkan hasil pemilu legislatif maupun pemilu calon Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009.
Alasannya, baik pilkada maupun pemilu legislatif dan pemilu calon Presiden dan Wakil Presiden memiliki perbedaan yang fundamental dalam cara pilihan dan proses pemilihan. Hal itu diungkapkan Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden RI, saat ditanya pers, seusai sholat Jumat siang di Mesjid di kompleks Istana Wapres, Jakarta.
"Contohnya, ya Pilkada Jawa Barat juga. Bahkan, pilkada dengan pilkada lainnya berbeda-beda juga. Di Jabar, Bupati banyak sekali yang dimenangkan oleh Partai Golkar. Sama dengan Sumatera Utara, yang menang sampai 50 persen. Jadi, sangat tergantung pada orang," ujar Kalla, yang juga Wakil Presiden RI, saat ditanya pers, seusai sholat Jumat di Mesjid di kompleks Istana Wapres, Jakarta.
Menurut Kalla, katakanlah jika partai-nya hebat dalam segala hal, namun calon atau figurnya ada masalah, jelas akan mengalami kesulitan. Sebalikknya, jika figur atau calonnya kuat dan hebat, namun partainya bermasalah, tentu juga hasilnya berbeda. Oleh sebab itu, Kalla menegaskan bahwa dirinya tidak khawatir pemilu 2009 mendatang, digambarkan Partai Golkar akan menghadapi nasib serupa seperti dalam pilkada Sulsel, Jabar dan Sumut.
"Akan tetapi, kalaupun Partai Golkar digambarkan seperti itu (kalah seperti dalam pilkada), saya tidak menganggap itu sebuah persoalan. Sebab, jika dirata-rata kemenangan Partai Golkar atau yang didukung Partai Golkar, dari 340 kali pilkada Golkar menang sekitar 41 persen," tambah Kalla.
Dikatakan Kalla, pilkada di Indonesia selama tiga tahun terakhir ini tercatat ada 340 kali pilkada. Dari juga 340 pilkada, 21 kali pilkada provinsi. Dari 21 pilkada, setidaknya 7 kali yang dimenangkan oleh calon atau setidak-tidaknya didukung Parta Golkar. Dari 320 kali pilkada yang diselenggarakan di kabupaten, sebanyak 120 kali pilkada dimenangkan Partai Golkar.
Ditanya mengenai kemungkinan diadakannya Munas Luas Biasa (Munaslub) yang didesak segelintir kader Partai Golkar akibat kekalahan sejumlah kandidat Partai Golkar dalam pilkada, Kalla menyatakan, "Tidak ada yang minta dan tidak mudah menyelenggarakan Munaslub seperti itu." (HAR)
