KOMPAS
Jumat, 19 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Golkar Siap Sandingkan Kalla-Hidayat dalam Pilpres
Kamis, 17 April 2008 | 16:31 WIB
KOMPAS/ ANTON WISNU NUGROHO
Hidayat Nur Wahid dan Jusuf Kalla.

JAKARTA, KAMIS - Menyusul rentetan kekalahan pada sejumlah pemilihan kepala daerah, Partai Golkar sibuk melakukan konsolidasi agar kesialan itu tak terulang, khususnya pada Pemilihan Presiden 2009. Untuk itu partai kuning berlambang pohon beringin ini sudah menyiapkan empat opsi untuk memuluskan kemenangan pada pilpres mendatang.

Salah satu yang menarik adalah opsi ketiga yang diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budisantoso, Kamis (17/4). Ia mengaku bahwa Partai Golkar memiliki opsi untuk berkoalisi dengan partai Islam.  "Pertama, mempertahankan duet Yudhoyono-Kalla, kedua, jalan sendiri kalau Golkar nantinya punya suara signifikan. Ketiga, berkoalisi dengan partai Islam, dan keempat berkoalisi dengan PDIP," ungkapnya.

Saat ditanya, apakah partai Islam yang dimaksud adalah PKS, Priyo hanya menjawab, "Ya tadi kalian-kalian kan sudah sebut," kata dia. "Kalau begitu, kemungkinannya nanti duet Hidayat Nur Wahid-Kalla atau Kalla-Hidayat? "Ya Kalla-Hidayat dong, kecuali PKS menang nomor satu secara spektakuler, itu soal lain," jawabnya.

Sebelumnya Priyo pun mengakui bahwa kekalahan dalam sejumlah pilkada seperti  pada pilkada Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan terakhir Sumatera Utara, merupakan sesuatu yang 'sedikit' memukul partainya. Tapi ia dengan yakin menyebutkan, berdasarkan perhitungan rekapitulasi Pilkada Nasional, Golkar masih menduduki peringkat teratas.

"Kekalahan ini akan dijadikan alat evaluasi dan konsolidasi. Ini namanya demokrasi, jadi kami terima dengan lapang dada. Dalam pilkada, figur memang lebih penting ketimbang faktor-faktor lain. Meskipun mesin politik juga penting," katanya.

Penulis: ING   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.