Laporan Wartawan Kompas, Wisnu Nugroho
JAKARTA, RABU - Karena memunculkan polemik, tabloid "Sambung Hati 9949 Bertindak untuk Rakyat" edisi 09/April 2008 yang diterbitkan Susilo Bambang Yudhoyono ditarik dari peredaran.
Penarikan edaran tabloid yang berisi sosialisasi kerja dan capaian Presiden Yudhoyono itu dilakukan mulai Rabu 16 April 2008. Tabloid yang dicetak dengan kertas tebal dan bersih itu merupakan tabloid yang ada di bawah binaan Yudhoyono.
Duduk sebagai Pemimpin Redaksi adalah Sardan Marbun. Purnawirawan jenderal ini sehari-hari adalah staf khusus Presiden Yudhoyono. Tabloid yang dimaksudkan sebagai bacaan untuk rakyat ini dibagikan gratis ke kantong-kantong yang sudah ditetapkan di seluruh provinsi di Indonesia. Setiap edisi rata-rata berisi 24 halaman.
Edisi terakhir tabloid ini ditarik dari peredaran karena di rubrik Obrolan Warung Kopi dengan judul "Apa yang Kamu Cari Palupi?" digambarkan secara karikatural Wiranto yang uzur dan pesakitan serta Megawati Soekarnoputri yang terbang bak nenek sihir dengan sapu terbang.
Dalam obrolan yang naskahnya disusun Sardan Marbun itu, dipaparkan mengenai angin surga yang disampaikan dua tokoh karikatural itu, yaitu berupa janji-janji melulu untuk mengejar kekuasaan. "Makanya hati-hati dan harus selalu waspada sewaktu dengar penjual obat atau iklan kecap yang mengaku nomor wahid," ujar salah satu tokoh dalam obrolan itu menyimpulkan.
"Supaya polemik tidak berlanjut, makanya tabloid ditarik dari peredaran," ujar seorang staf Sardan Marbun saat ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (16/4). Saat didatangi di Bina Graha, menurut stafnya itu, Sardan sedang rapat sehingga tidak bisa memberi keterangan.
Sebelumnya, tabloid yang ditarik dari peredaran itu dibagi-bagikan gratis dan diletakkan di sejumlah sudut-sudut Istana Kepresidenan, Jakarta. Karena polemik ini, tabloid yang jarang dilirik itu kini dicari-cari.
