MEDAN, RABU-Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Rabu (16/4) rendah. Hingga pukul 12.00 WIB, pantauan di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) menunjukkan sedikitnya minat masyarakat menggunakan hak pilihnya.
Di TPS XI Kelurahan Sukaramai II Kecamatan Medan Area, Kota Medan, dari jumlah pemilih sebanyak 505 orang, hingga pukul 10.30 yang menggunakan hak pilihnya masih 161 orang. Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di TPS I Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, dari 582 pemilih sampai pukul 11.00, yang menggunakan hak suaranya baru 125 orang. TPS III di kelurahan yang sama hingga pukul 11.30 jumlah pemilih yang menggunakan haknya baru 192 orang, sementara jumlah pe milih 582 orang.
Gubernur Sumatera Utara Rudolf Pardede yang melakukan inspeksi mendadak di berapa TPS mengakui, kemungkinan besar partisipasi politik masyarakat Sumut sangat rendah. "Kalau melihat batas waktu pemungutan suara sampai pukul 13.00 saya enggak yakin, semua pemilih yang terdaftar dalam DPT bakal menggunakan hak pilihnya. Bisa-bisa jumlah pemilih yang menggunakan haknya hanya 40 persen dari total jumlah pemilih yang ada, " ujar Rudolf.
Rudolf mengatakan, jika jumlah pemilih bisa melampaui angka 50 persen dari total pemilih, pilkada Sumut ini bisa dikatakan berhasil. "Kalau melihat animo masyarakat, 50 persen pun yang datang memilih sudah sangat bagus," katanya.
Anggota KPU Sumut Divisi Pemutakhiran Data dan Penghitungan Suara Tonny Situmorang, mengakui kondisi di banyak TPS sepi. "Memang sejak pemilu Presiden pun TPS ini sepi. Kalau dulu waktu pemilu legislatif memang sangat ramai," katanya. (BIL)
