JAKARTA, SELASA- Pembangunan fisik sarana tramsportasi cepat massal (Mass Rapid Transit/MRT) yang akan dimulai pada 2009 membutuhkan 50.000 pekerja lokal. Selain itu, mayoritas material bangunan dan peralatan untuk membangun infrastruktur angkutan massal itu akan menggunakan bahan baku lokal.
"Pemprov akan berusaha memaksimalkan penggunaan komponen dan tenaga kerja lokal. Pinjaman Rp 8.3 triliun dari Japan Bank for International Corporation akan dimaksimalkan untuk mendukung ekonomi lokal," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Selasa (10/4) di Balaikota DKI Jakarta.
Fauzi mengatakan, Jakarta akan meniru pola New Delhi dengan mengoptimalkan komponen lokal. Di New Delhi, sistem komputer yang digunakan juga merupakan komponen lokal.
Menurut Juru Bicara Komisi C DPRD DKI Jakarta Tatang Rusfandi, penggunaan komponen lokal harus dimaksimalkan agar Jakarta memperoleh manfaat ekonomi dari pembangunan dan investasi besar itu. Manfaat ekonomi itu merupakan kompensasi dari besarnya dana subsidi dan dana penunjang yang dikeluarkan DKI Jakarta.
Untuk pembangunan monorel, DKI Jakarta akan menanggung subsidi Rp 850 miliar, biaya lindung nilai tukar Rp 353 miliar, dan bunga utang Rp 1,3 triliun.
