Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 22:43 WIB
Di Dharmais, ARV Mulai Tersedia
| Sabtu, 12 April 2008 | 18:02 WIB
|
Share:

JAKARTA, SABTU - Krisis obat antiretroviral (ARV) lini pertama dengan jenis efavirenz di beberapa rumah sakit sebulan terakhir ini mulai teratasi. Stok ARV mulai digelontorkan ke sejumlah rumah sakit, termasuk di RS kanker Dharmais.

Menurut Fani dari bagian farmasi RS Dharmais, persediaan obat efavirenz sudah datang semalam sebanyak 100 botol. Obat ini akan diberikan kepada para pasien yang berasal dari RS Dharmais sebanyak 17 butir yang berarti bisa dipakai selama 17 hari, sedangkan bagi pasien rujukan RS lain hanya diberi sebanyak 5 butir itupun harus mendapat rekomendasi dari dokter pemberi resep.

Krisis ARV dapat mengakibatkan terancamnya ODHA putus minum obat yang dapat menimbulkan resistensi obat ARV. Bila hal ini sampai terjadi, sangat mungkin ODHA harus berganti dengan obat yang lain yang berarti harus mengeluarkan biaya lebih. Selain itu obat ARV jenis ini merupakan obat yang digunakan ODHA sebagai terapi HIV/AIDS yang alergi dengan jenis obat ARV lain.

Hal ini diungkapkan salah satu ODHA yang dijumpai Kompas.com saat ingin menebus obat di RS Dharmais. “Obat ini ibarat nyawa kedua bagi kami kaum ODHA, jadi kalau obat ini sulit didapat seperti sekarang, saya merasa khawatir karena obat ini harus saya minum setiap hari. kalau terputus fatal akibatnya, menjadi kebal dan harus ganti obat yang lebih mahal.” ungkapnya

ODHA lainnya yang ditemui di tempat yang sama, mengatakan biasanya krisis obat ini tidak pernah selama ini, hanya berlangsung beberapa hari. Namun sekarang hampir sebulan terjadi dan ini sangat merepotkan. "Selain harus bolak-balik ke RS, saya juga hanya mendapat jatah sedikit, hanya cukup untuk 2 sampai 5 hari. Tetapi untuk hari ini cukuplah sampai akhir bulan," katanya.

Di RS Dharmais yang tiap harinya melayani kebutuhan obat bagi para ODHA, dengan persediaan yang masih terbatas saat ini, diharapkan dapat membantu kaum ODHA mendapatkan obat sampai persediaan kembali normal.(M6-08)