PONTIANAK, JUMAT - Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia Lan Lijun berjanji akan mendorong pengusaha dari China untuk berinvestasi di Kalimantan Barat. Dengan adanya komitmen dari Lan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Kalbar.
"Saya akan membantu melobi dan mempromosikan potensi investasi di Kalbar kepada pengusaha-pengusaha di China," kata Lan saat bertemu dengan Gubernur Kalbar Cornelis dalam pengukuhan pengurus Indonesia-China Bussines Council (ICBC) Kalbar, Jumat (11/4), di Pontianak.
Menurut Lan, hubungan China-Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang ekonomi. Ia mencatat, volume perdagangan China ke Indonesia telah mencapai 25,01 miliar dolar AS. Pemerintah China menargetkan, volume perdagangan itu mencapai 35 miliar dolar AS pada 2010.
"Untuk mencapai target tersebut, salah satunya adalah meningkatkan kerjasama ekonomi dengan Kalbar. ICBC diharapkan bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan kerjasama China-Kalbar," katanya.
Bagi Kalbar, kerja sama dengan China memiliki arti strategis. Cornelis menyebutkan, China merupakan tujuan utama ekspor produk-produk dari Kalbar. Dari total ekspor Kalbar tahun 2007 yang nilainya mencapai 699,89 juta dolar AS, sekitar 27,02 juta dolar AS di antaranya merupakan ekspor ke China. Selain itu, dari total impor Kalbar tahun 2007 yang berkisar 81,87 juta dolar AS, sekitar 17,15 juta dolar di antaranya berasal dari China.
Cornelis berharap, investor dari China bisa mengisi peluang investasi di Kalbar yang antara lain meliputi perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan, dan pariwisata.

