Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 22:34 WIB
Deal Bisnis di Atas "Rumah Berjalan"
| Jumat, 11 April 2008 | 13:14 WIB
|
Share:

INILAH bus termewah yang pernah dibuat di Indonesia, seharga Rp 4 miliar. Namanya Omahmlaku, (bahasa Jawa, rumah berjalan). Bus yang dimiliki dan dioperasikan oleh Perusahaan Otobus (PO) Nusantara di Kota Kudus, Jawa Tengah ini adalah bus pertama yang dilengkapi dengan piranti mobile office lengkap, layaknya perkantoran di gedung-gedung megah di Jakarta.

Bus dengan mesin spesial Volvo B12M dengan mesin bertenaga superbesar, 12.000 cc (satu-satunya dan pertama dioperasikan di Indonesia) dilengkapi dengan akses multimedia mobile berteknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) berkecepatan tinggi. Akses ini mampu memberikan layanan data dan mobile internet dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps (Mega byte per detik).

Fitur komunikasi seluler lainnya yang ditempatkan di bus dengan livery cokelat susu yang mewah ini adalah telepon, faks, video conference secara Virtual Private Network (VPN), internet, intranet melalui teknologi pita layar lebar 3,5G. Karena itu, pengguna mobil ini juga bisa dengan mudah melakukan komunikasi GPRS/EDGE, mengirim dan menerima email dan data lainnya dengan menggunakan exchange server serta POP3.

Indosat bertindak sebagai vendor untuk semua piranti komunikasi bergerak di bus ini. Ada juga perangkat GPS (Global Positioning System) yang berfungsi sebagai alat navigasi untuk mengetahui koordinat lokasi bus. Layaknya kantor berjalan, bus ini juga dilengkapi dengan ruang rapat, ruang karaoke serta sebuah kamar pribadi dengan bed tingkat yang bisa digunakan beristirahat dua orang. Perlengkapan lain di bus ini adalah pantry yang dilengkapi dengan mini microwave, kulkas. Anda yang ingin rileks juga bisa berkaraoke dengan ribuan pilihan judul lagu melalui perangkat DVD player dan TV plasma 29 inch yang terpasang di bus ini.

Dari kamar private yang juga dilengkapi dengan toilet ini, pengguna bus ini bisa memonitor kondisi jalan raya melalui layar TV plasma di dalam kamar yang dihubungkan langsung dengan kamera yang dipasang di dasbor dekat pengemudi atau sekedar mengetahui kondisi jalanan di sekitar Jakarta dengan perangkat GPS.

Jika merasa pegal di badan, Anda juga bisa mencoba terapi pijat elektrik melalui sebuah kursi pijat yang dipasang built-in di sudut depan sebelah kanan bus ini sambil menikmati tayangan film DVD atau berkaraoke. Untuk penerangan kabin, bus ini juga dilengkapi lampu dengan intensitas penyinaran yang bisa disesuaikan. Sementara, untuk sistem pendingin udara kabin, Omahmlaku menggunakan AC Thermo King. Furnitur untuk memanjakan penumpang di bus ini terdiri dari satu sofa panjang, dua kursi putar, dua kursi permanen, satu kursi refleksi pijat, tidak termasuk dua bed susun di kamar bagian belakang.

Andy Darmawan, manajer Teknologi Informasi PO Nusantara kepada Persda Network di sela acara roadtest bus ini dengan menggunakan rute Daan Mogot-Tol Jakarta-Merak ke kawasan perumahan Alam Sutera, Serpong Pergi-Pulang, Sabtu awal pekan ini menyebutkan, total investasi yang dikeluarkan membangun bus ini mencapai sekitar Rp 4 miliar. Jumlah itu mencakup biaya pembelian sasis berikut mesin bus, biaya karoseri (body bus) di Adiputro, Malang, biaya pembangunan interior serta perangkat audio system-nya.

"Bus ini kami bangun dengan spesifikasi yang khusus. Untuk audionya, kita kurang puas dengan audio standar yang diberikan pihak karoseri. Kita putuskan pakai audio system sendiri dari Pioneer. Untuk sasis dan engine-nya kita impor secara khusus dari Volvo di Swedia dan kita merupakan yang pertama di Indonesia yang mengimpor sasis Volvo dengan tipe B12M," ungkap Andy Darmawan. Bus dengan mesin 12.000 CC ini mampu menyemburkan tenaga hingga 420 HP dengan persneling 7 langkah.

Selama roadtest, Persda Network sempat mencoba menjajal sejumlah fitur di bus ini. Misalnya perangkat GPS-nya. Hasil pengujian berjalan cukup bagus. Layar plasma di bus ini mampu secara mudah menunjukkan display koordinat bus saat bus berada di Daan Mogot, kantor perwakilan PO Nusantara yang menjadi tempat start roadtest kali ini, maupun saat bus tengah berjalan.

Begitu juga fitur mobile internet-nya. Persda mencoba melakukan pengecekan email juga berhasil dilakukan tanpa kendala. Benar-benar sebuah kantor berjalan. Dari sisi interior bus ini boleh dibilang memang mewah. Untuk semua perangkat seperti panel pada pantry menggunakan bahan berkualitas dengan motif kayu. Begitu juga private bed yang ditempatkan di bagian belakang bus.

Andy Darmawan menjelaskan, Omahmlaku atau Cyberbus ini sengaja didesain untuk membidik pasar korporat. "Jika selama ini deal bisnis biasa dilakukan di hotel, sekarang semuanya bisa dilakukan diatas bus mewah ini sambil jalan-jalan menikmati keindahan suasana alam, karena semua kebutuhan perangkat yang bisa didapat di perkantoran telah tersedia di bus ini," ungkap Andy Darmawan. Andy juga tak menolak jika ada pribadi yang berniat menyewa bus ini. Misalnya untuk memboyong artis atau grup band yang akan manggung dari satu kota ke kota lain (tour show). Tanggal 25 (April) nanti, kita disewa oleh grup Band Koes Plus," beber Andy.

Dijelaskan, tarif sewa bus ini untuk setiap 18 jam dipatok sebesar Rp 5 juta. Angka yang memang terbilang mahal untuk ukuran sebuah sewa bus cukup sebanding dengan fitur dan fasilitas yang disediakan Nusantara di bus ini. "Sampai Mei kita sudah fully booked (penuh pesanan)," ujar Andy sumringah. Jangan lupa, bus ini hanya pas buat dinaiki penumpang 12 orang agar segala kemewahan fitur di dalamnya bisa benar-benar maksimal dinikmati.

Andy menyebutkan, Omahmlaku ini bukan satu-satunya bus yang dirilis Nusantara untuk membidik segmen pasar khusus. Pihaknya juga sedang menyiapkan satu unit bus mewah lagi dengan menggunakan mesin dan sasis Scania yang akan ditujukan untuk membidik pasangan yang sedang berbulan madu. "Kita sedang siapkan honeymoon bus yang tak kalah mewah dengan Omahmlaku," ungkap Andy mantap.

Anda tertarik mencobanya? Untuk sementara, Omahmlaku hanya bisa melayani permintaan sewa untuk kota-kota di Pulau Jawa. Jadi, jika Anda ingin menyewa bus ini untuk dipakai jalan-jalan atau melakukan deal bisnis di Pulau Sumatera atau lainnya, pihak Nusantara masih belum bisa memenuhi. Alasannya, body bus yang ceper tak memungkinkan untuk melintasi medan jalan di luar Jawa yang umumnya masih belum seluruhnya mulus. (Persda Network/Choirul Arifin)