BANYUMAS, RABU - Setelah dua hari lalu angin puting beliung merusak 177 rumah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, angin itu kembali merusak 281 rumah di lima desa di Kabupaten Banyumas, Selasa (8/4) petang. Hari Rabu sore pukul 15.30, angin puting juga menerjang menerjang Perumahan Korpri Ngembik, Kelurahan Kramat, Kota Magelang, Rabu (9/4) pukul 15.30. Akibat peristiwa ini, sedikitnya 20 rumah rusak dan 15 pohon tumbang.
Menurut Mas Pujiono, prakirawan cuaca Stasiun Klas I Badan Meteorologi dan Geofisika Cilacap, angin puting beliung dan hujan lebat masih akan terus menguasai Jateng bagian barat hingga Mei mendatang. “Kondisi cuaca seperti ini adalah akibat menurunnya frekuensi hujan belakangan ini yang mulai masuk ke fase pancaroba sebab musim kemarau di Jateng bagian barat sendiri baru akan berlangsung sekitar bulan Juni mendatang,” kata Pujiono.
Di Banyumas, akibat angin puting beliung, dua rumah di antaranya hancur, 77 rumah rusak berat dan ringan, 202 rumah atapnya terbang diterjang angin. Ditambah lagi, tiga kandang ayam milik warga roboh. Sebuah sekolah juga ambruk karena diterjang hujan lebat. Namun kejadian ini tak menyebabkan korban jiwa.
Angin untuk pertama kali diperkirakan muncul di sekitar Desa Plana, Kecamatan Somagede. Angin terus bergerak ke desa sekitarnya, yaitu Desa Somakaton dan Desa Kanding. Sementara itu angin puting beliung juga muncul di tiga desa di Kecamatan Kalibagor.
Sodikun (38), warga Desa Somakaton, Rabu (9/4), menuturkan, angin untuk pertama kali datang dari Desa Plana, sekitar pukul 16.00. Angin itu terus bergerak ke arah selatan, ke desanya dan ke Desa Kanding. “Sebelum membentur bukit yang ada di sekitar selatan desa kami, angin masih belum terlalu kuat. Tapi setelah membalik arah ke utara karena membentur bukit, putaran angin semakin kencang,” katanya.
Kepala Subbagian Kesejahteraan Rakyat dan Kesehatan Masyarakat Bagian Kesejahteraan Rakyat Banyumas, Kristin Lestari mengatakan, angin puting beliung itu juga menyebabkan dua orang warga Desa Plana cedera, Yaswidi (65) dan Muhamad Hafiz (3). Yaswidi mengalami trauma sedang karena tersengat listrik, sedangkan Hafiz mengalami cidera ringan karena terjatuh saat menyelamatkan diri bersama orangtuanya. “Keduanya sudah dirawat di rumah sakit terdekat dan dibebaskan dari biaya pengobatan. Keduanya tetap selamat,” kata Kristin.
Tiga lokal bangunan Sekolah Dasar Tinggarwangi I di Kecamatan Jatilawang juga ambruk setelah satu malam diguyur hujan. Ketiga lokal ruangan itu biasa digunakan siswa untuk berlatih ping pong dan kesenian. “Untung saja ketika itu tak ada siswa yang main ping pong di ruangan itu,” ujar Kosim, salah seorang guru di sekolah itu.
Kepala Bagian Pengendalian Bangunan Setda Banyumas, Sriyono mengatakan, setidaknya ada lebih dari 20 sekolah yang rusak dan ambruk akibat bencana alam selama musim hujan sejak Januari kemarin. “Dari 20 lebih itu, baru 10 bangunan sekolah yang mampu kami perbaiki,” katanya.
Di Purbalingga, dua hari setelah bencana puting beliung melanda, ratusan keluarga yang rumahnya roboh dan rusak berat di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, resah dan bingung. Mereka sangat membutuhkan bantuan material bangunan dan dana untuk memperbaiki rumah mereka.
Bencana puting beliung, Senin (7/4) lalu, selain membuat ratusan keluarga di tiga desa di Kecamatan Mrebet tak mempunyai tempat tinggal lagi juga membuat mereka tak dapat bekerja untuk mendapatkan nafkah. Tiga desa itu adalah Desa Selaganggeng, Karang Nangka, dan Lambur. Ada 177 total rumah yang roboh dan rusak.
“Setelah bencana itu kami sibuk membersihkan puing-puing rumah dan memperbaiki sisi-sisi bangunan rumah kami yang bisa diperbaiki. Untuk makan, kami hanya mengandalkan bantuan dari dapur umum. Tapi, kami tak punya uang untuk memperbaiki rumah,” ujar Suyadi (55), warga RT 2 RW 3 Desa Selaganggeng, salah satu warga yang rumahnya roboh terkena puting beliung, Rabu (9/4).
Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga sejauh ini baru berupa logistik. Ada pula bantuan tenaga dari TNI, kepolisian, karang taruna, Palang Merah Indonesia (PMI) Purbalingga, dan organisasi soal kemasyarakatan.
Kepala Seksi Bantuan Sosial Dinas Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial Purbalingga, Rini Widayati, mengatakan, bantuan sejauh ini lebih banyak berupa makanan dan tenaga. Untuk bantuan dana perbaikan diserahkan kepada Bupati Purbalingga dan Pemerintah Provinsi Jateng.

