JAKARTA, RABU-Keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan seorang anggota DPR karena diduga menerima suap patut mendapat pujian.
"Apa yang dilakukan KPK patut kita apresiasi. Kemampuan ini harus dipertahankan dan dikembangkan karena modus-modus korupsi akan semakin canggih," ungkap Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Sebastian Salang kepada Kompas.com.
Selama keberadaannya, KPK memang telah banyak melakukan penangkapan mulai dari pejabat pemerintah hingga daerah. Ada yang ditangkap tangan, ada juga yang berdasarkan kasus lama yang diungkap kembali. Selama ini, dibanding pemerintah, DPR adalah lembaga yang "bersih" dari penangkapan KPK.
Sebulan lalu, KPK memang telah menahan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Saleh Djasit. Namun penangkapan ini tidak terkait dengan tugasnya selaku anggota DPR, tetapi saat menjabat Gubernur Riau. Jadi, AN adalah anggota DPR pertama yang ditangkap KPK terkait dengan dugaan penyalahgunaan tugasnya. "KPK perlu terus melakukan shock therapy kepada anggota DPR," kata Sebastian.
Secara terpisah , pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menyambut positif langkah KPK ini. "Pokoknya penangkapan ini positif dan membuktikan bahwa KPK tidak tebang pilih," jelasnya.(ROY)
