MALANG, SELASA- Gara-gara berita bertubi-tubi ditambah berbagai komentar berbagai pihak soal gembok pada rok dan celdal, karyawati pemijat atau yang biasa disebut anak massage Panti Pijat Dogadho Cafe dan Massage di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mengaku resah.
Sekalipun berita itu tidak berkait langsung, Dogadho adalah panti pijat satu-satunya yang pertama kali mengkreasikan dan menerapkan penggunaan gembok pada celana pemijat.
Dihubungi, Selasa (8/4), pemilik dan pengelola Dogadho, Franky, mengungkapkan keresahan itu. "Saya sebenarnya tidak ada masalah dengan kegiatan teman-teman wartawan. Namun karena sorotan yang terus menerus itu, termasuk komentar dari pejabat di Jakarta, karyawan mulai resah. Pengunjung juga menurun dua hari terakhir. Saya tidak tahu penyebab jumlah pengunjung turun, karena sebenarnya tidak ada perubahan apapun dalam pelayanan kami. Mungkin karena khawatir tersorot kamera saja," kata Franky.
Franky mengakui, memang ada himbauan dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot Batu agar seluruh usaha panti pijat di Kota Batu menerapkan aturan sebagaimana yang telah bertahun-tahun dilakukan Dogadho di Kota Batu. Himbauan itu muncul bagi 12 panti pijat lainnya yang beroperasi di Kota Batu, saat pertemuan rutin yang disebut pembinaan antara Satpol PP Pemkot Batu dengan para pengelola dan pemilik panti pijat pada pekan lalu.
Franky mengakui, dirinyalah orang yang pertama kali berkreasi menerapkan penggunaan gembok pada celana anak-anak massage yang bekerja padanya. "Saya hanya menjawab permasalahan yang saya hadapi sehari-hari sebagai pengelola dan pemilik. Gembok itu ditunjukkan oleh pemijat, jika pelanggan yang dipijat bersikap memaksa meminta layanan lebih dari sekedar dipijat. Nah supaya hubungan kerja berlangsung sehat antara dirinya sebagai pengelola dan pemijat serta pelanggan, maka gembok dipilih.
"Pimijat dan saya sendiri sama-sama setuju. Jika tidak setuju, mana bisa bisnis berlangsung bertahun-tahun seperti sekarang," katanya.
Franky mengaku menerapkan gembok celana ini sejak tahun 2001, yakni sejak ia memulai bisnis Dogadho Cafe dan Massage. Ia mengaku tidak meniru dari cara-cara manapun. Ini semata-mata menjawab problem riil pengelolaan panti pijat. "Dan sebenarnya ini hubungan kerja intern dalam usaha kami. Jika anak massage keberatan, tentu sudah dari dulu menolak. Gembok hanya digunakan saat memijat. Setelah itu, dibuka dan beraktivitas seperti biasa," katanya.
