Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 22:01 WIB
Carla Bruni Tuntut Pembebasan Sandera FARC
Adi Sasono | Senin, 7 April 2008 | 05:32 WIB
|
Share:

Getty Images/Gabriel Aponte/El Espectador
Ingrid Betancourt, calon presiden Kolombia yang diculik gerilyawan FARC lebih dari enam tahun lalu.

TERKAIT:

PARIS, SENIN - Presiden Argentina, ibu negara Prancis dan sejumlah menteri senior Perancis bergabung dengan ribuan orang di Paris untuk menuntut pembebasan Ingrid Betancourt yang disandera gerilyawan Kolombia.       

Prancis telah mengirim sebuah tim medis ke Kolombia dalam upaya menemui Betancourt, seorang warga Kolombia kelahiran Prancis yang disandera di hutan selama enam tahun oleh kelompok Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), namun pemberontak belum memberikan lampu hijau bagi misi itu.

Polisi memperkirakan, sekitar 5.000 orang berkumpul di Paris pusat untuk mendukung Betancourt dan keluarganya, dan 15 demonstrasi lain direncanakan dilakukan di kota-kota lain di Prancis.

"Ini sangat menyentuh hati saya," kata Carla Bruni-Sarkozy, istri Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, kepada wartawan, Minggu (6/4) atau Senin (7/4) waktu Indonesia.

"Pokoknya Ingrid harus dibebaskan secepat mungkin. Dan saya ingin memberi tahu anda bahwa suami saya tidak akan menyerah mengenai nasib wanita itu," katanya.
       
Presiden Argentina Cristina Kirchner, yang berada di Prancis untuk kunjungan dua hari, juga mengambil bagian dalam demonstrasi tersebut. "Masalah kemanusiaan ini harus diutamakan," katanya.
       
Di antara para menteri yang ikut turun ke jalan adalah Menteri Luar Negeri Bernard Kouchner, Menteri Kehakiman Rachida Dati dan Menteri Hak Asasi Manusia Rama Yade. "Waktu sangat mendesak selagi ia masih hidup," kata Yade.
       
Betancourt, seorang mantan calon presiden Kolombia yang diculik ketika berkampanye pada 2002, adalah tokoh paling tinggi yang disandera FARC.
       
Prancis menyatakan, wanita itu sangat sakit karena menderita hepatitis dan penyakit lain, dan putranya telah memperingatkan bahwa ia bisa meninggal dalam waktu beberapa hari kecuali jika ia menerima transfusi darah.

Meski Prancis menyatakan bahwa mereka belum mendengar dari FARC mengenai misi medis yang dikirim, organisasi non-pemerintah yang mendukung Betancourt mengatakan bahwa misi itu masih berlangsung. "Tidak ada yang dirintangi atau berada di jalur yang salah," katanya dalam sebuah pernyataan Minggu.(Ant)